Miris, Indonesia Menginspirasi Film Perdamaian Tapi Tak Jadi Nominasi

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Dalam rangka menyambut hari perdamaian sedunia yang jatuh pada tanggal 21 September 2013 mendatang, International Film Festival for Peace, Inspiration and Equality (IFFPIE) akan kembali mengadakan Malam Penganugerahan yang pada tahun ini akan dilangsungkan di Cinema XXI, Planet Hollywood pada tanggal 4 September 2013.

Menurut Damien Dematra (Founder dan Director IFFPIE), malam penganugerahan tanggal 4 September nanti akan diikuti para pemenang dari 20 negara, yang sebelumnya telah dipilih dari 61 negara peserta dengan jumlah total 621 film. Kesemuanya akan mendapatkan penghargaan dalam berbagai kategori, seperti Special Jury Awards, Award of Excellence dan Honorable Mention dari kategori International Films, International Short Films, Documentary short, Documentary Feature, dan New Comer.

“Saya berharap, film-film documenter berkualitas luar biasa ini mendapat tempat di hati masyarakat dan dapat berkembang selayaknya. Melalui The Power Of Film ini kami berharap dapat mengobarkan semangat perdamaian di Indonesia khususnya,” ungkap Damien Dematra ketika ditemui Sayangi.com, Kamis (29/8) di Gedung Pusat Kebudayaan Rusia dibilangan Menteng Jakarta Pusat.

Adapun tokoh dan filmmakers yang akan mendapat Special Jury Awards tahun ini adalah In Hak Jang dengan The Other Side Of The Mountain-nya. Ada Trevor Graham dengan Make Hummus Not War-nya. Selain itu, ada Martin Sheen dengan The Second Cooler serta Susan Sarandon dengan Trailblazers in Habits dan Shahzad Nawaz dengan Jasmine-nya. Ataupun Sonia Soberats dengan Labyrinth Of Possibility.

Rencananya, pemenang festival ini akan ditayangkan di bioskop, perguruan tinggi, pusat2 kebudayaan beberapa negara mulai 5 September 2013. Festival ini akan ditutup pada 30 Oktober 2013 mendatang.

IFFPIE sendiri merupakan penyelenggara festival film internasional yang mengangkat tema perdamaian, inspirasi, dan persamaan hak yang memiliki visi menyebarkan perdamaian melintasi perbedaan budaya, agama, suku, ras, dan negara.

“Saya terharu bahwa film-film yang akan mengacu pada perdamaian ini idenya berasal dari Indonesia, namun saya juga heran kenapa film Indonesia tidak masuk dalam nominasi, mungkin karena jenis film yang laku di Indonesia diluar konteks ini,” ungkap Rudy Pesik, Patron IFFPIE 2013.

Namun, menurut Rudy, dengan adanya film dokumenter berkonteks perdamaian ini semoga ia berharap filmmaker hingga sutradara dan produser film di Indonesia bisa terinspirasi untuk membuat film-film bertema perdamaian. (FIT)