Bambang-Said Kalah, Demokrat: Ini Tanda-tanda Buruk Bagi Jokowi

Foto: sayangi.com/istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi kerapkali dilibatkan dalam kampanye oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke beberapa daerah. Namun demikian, citra dan elektabilitas Jokowi itu tidak membuat calon yang diusung PDI-Perjuangan menang.

Wasekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menyebut, Jokowi bukan fenomena nasional. Meski kerapkali terjun ke beberapa daerah, ternyata Jokowi tidak berpengaruh untuk memenangkan calon, baik calon gubernur maupun calon wakil gubernur yang dikampanyekannya.

“(Pengaruh Jokowi) itu hanya berpengaruh untuk dia sendiri. Ini tanda-tanda buruk bagi dia kalau ‘ngotot’ maju 2014,” kata Ramadhan kepada Sayangi.com di komplek Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (29/8).

Pernyataan Ramadhan ini bukan tanpa alasan. Di beberapa daerah Pemilihan cagub-cawagub yang dikampanyekan Jokowi, ternyata ‘keok’. Di Pilgub Jatim misalnya, pasangan Bambang- Said hanya mendapat sekitar 11 persen suara. Padahal, PDI Perjuangan menurunkan beberapa tim dari DPP, termasuk Jokowi sendiri.

“Jokowi tidak ngefek di Jatim. Di Medan, Jawa Barat, dan Jatim kalah. Jadi fenomena Jokowi tidak ngefek di Jatim. Dia bukan fenomena nasional,” katanya.

Untuk dikatahui, berdasarkan hitung cepat atau Quick Count Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dari 98 persen data yang masuk, pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) mendapat 47,44 persen, Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (BerKah) 38,71 persen, Bambang DH-Said Abdullah 11,56 persen dan Eggi Sudjana-M Sihat (Beres) 2,39 persen suara. (MI)