Gus Sholah: Kekalahan Khofifah Akibat Perpecahan NU

Foto: sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Tokoh Nahdlatul Ulama KH Salahuddin Wahid menilai kekalahan Khofifah-Herman dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur dikarenakan perpecahan NU. Perpecahan di tubuh salah satu organisasi masyarakat terbesar itu berpengaruh signifikan terhadap perolehan suara Khofifah.

“Kekalahan Khofifah ini adalah kegagalan NU untuk bersatu,” kata ulama yang akrab disapa Gus Sholah ini dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi, Berita Satu, Kamis (29/8/2013).

Gus Sholah menuturkan, NU sudah melakukan proses panjang untuk menyatukan langkah dalam Pilgub Jatim. Namun langkah penyatuan itu tidak bisa terjadi, karena dalam Pilgub Jatim terdapat dua kader NU yang sama-sama memiliki hasrat untuk menduduki kursi-1 Jatim.

Dua kader NU tersebut adalah Khofifah Indarparawansa dan Saifullah Yusuf. Dikabarkan, NU hendak menempatkan Khofifah sebagai calon gubernur, sementara Saifullah Yusuf menjadi pendampingnya di posisi calon wakil gubernur. Namun opsi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, karena Saifullah Yusuf juga mengincar posisi calon gubernur.

Ketidaksepakatan ini akhirnya membuahkan hasil pahit. Kedua kader NU ini ‘pisah ranjang’. Khofifah berangkat dengan pendamping lain, yakni HermanĀ  S. Sumawiredja, sementara Saifullah Yusuf tetap memilih posisi dua, sebagai pendamping calon petahana, Soekarwo.

“Ini adalah pelajaran, karena kita (NU) sudah melakukan proses menyatukan, tapi tidak bisa disatukan,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam hitungan cepat (quick count) Pilgub Jatim, pasangan Khofifah-Herman hanya berada di urutan kedua. Kandidat nomor urut 4 yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dalam hitungan cepat LSI hanya mendapatkan suara 37,74 persen. Sementara pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf meraih suara 47,97 persen, pasangan Bambang DH-Said Abdullah (11,90 persen), dan pasangan Eggi Sudjana-Muhammad SIhat 2,39 persen.