Demi Adik, Wahidin Halim Rela Dipecat Partai Demokrat

Foto: wordpress.com

Tangerang, Sayangi.com – Pemilihan Wali Kota Tangerang periode 2013-2018 yang bakal digelar Sabtu (31/8) nanti terus dibayangi “pembangkangan politik” mantan Ketua DPD Partai Demokrat Banten, yang juga mantan Wali Kota Tangerang periode 2008-2013 Wahidin Halim (WH) yang baru saja mundur Juni lalu.  

Akibat pembangkangan itu, jabatan WH sebagai Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Banten pun kabarnya dicopot dari yang bersangkutan. Wahidin dipecat lantaran keberpihakannya kepada Calon Wali Kota besutan Partai Golkar, Abdul Syukur, yang juga adik kandung WH. Padahal, sebagai Ketua DPD Partai Demokrat, WH mestinya loyal kepada calon dari partai biru.

Pemecatan itu ditegaskan oleh Ketua Harian DPP Demokrat Syarief Hasan kepada wartawan. Syarief Hasan bahkan menambahkan, ia sudah menandatangi surat pelengseran WH sejak Selasa 27 Agustus 2013. Meskipun hingga saat ini, WH sendiri, lewat Sekretaris DPD Partai Demokrat Banten, mengaku belum menerima surat pemecatan tersebut.

Wahidin dianggap menjegal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari Partai Demokrat, Arief-Sachrudin. Soal penjegalan itu, kata Wakil Ketua II DPP Partai Demokrat Banten, Herry Rumawatine, sudah sampai ke telinga Ketua DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Karena ini jadi preseden buruk. “Pertama kali di Indonesia, Partai Demokrat tidak ikut dalam Pilkada, dan itu masalahnya bersumber dari partai sendiri,” jelas Herry kepada wartawan.

Diketahui, saat masih menjabat sebagai Wali Kota Tangerang, WH tak memberi restu kepada Camat Pinang, Tangerang Sachrudin untuk melaju ke Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang periode 2013-2018. Alhasil, kemesraan Wahidin Halim dan Wakil Walikota Arief Rachadiono Wismansyah langsung pecah. Arief yang menjadi calon resmi Partai Demokrat untuk posisi Wali Kota, urung ikut Pilkada gara-gara ulah WH.

Ketua KPU Kota Tangerang Syafril Elain akhirnya menetapkan tiga pasangan yang bakal maju di Pilkada: Deddy Gumelar-Suratno Abu Bakar, Abdul Syukur-Hilmi Fuad, dan Harry Mulya Zein-Iskandar. Pembangkangan WH bahkan sempat mengundang komentar sinis Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. Gamawan memperingatkan agar Wahidin bersikap netral dalam proses Pilkada, meski ada adiknya di sana. Namun WH tetap keukeh.

Melalui sidang DKPP, pasangan Arief-Sachrudin akhirnya diloloskan sebagai peserta Pilkada Kota Tangerang, bersama satu pasangan lainnya Ahmad Marju Qodri. DKPP juga menjatuhkan sanksi kepada KPU Kota Tangerang, sehingga penanggungjawab pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang diambil alih oleh KPU Banten.

Kini, pascapemecatan Wahidin di Partai Demokrat, statusnya sebagai Calon Anggota Legislatif DPR-RI dari Partai Demokrat pun dipertanyakan. Meski menurut aturan KPUD, nama yang telah masuk ke dalam Daftar Calon Tetap (DCT) hanya bisa dibatalkan, bukan diganti dengan calon lain. Artinya, jatah WH akan dibiarkan kosong? (MSR)