Sarasehan Anak Muda: Wujudkan Pilwako Pontianak Bermartabat

Foto: wordpress.com

Pontianak, Sayangi.com – Ketua Presidium Persatuan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pontianak, Geri, menyampaikan sebagai warga kota patut menjaga dan mengawal pesta demokrasi kota demi menghasilkan pemimpin yang mampu bertanggungjawab.

“Kita semua yang hadir di sini memang tidak mewakili warga Kota Pontianak, karena lebih dari setengahnya adalah mahasiswa yang berasal dari luar daerah, namun, kewajiban moral bagi kita untuk mengawal pemilihan Wali Kota Pontianak yang adil, demokratis dan bermartabat,” kata Geri ketika menutup kegiatan Sarasehan Anak Muda” dengan tema “Untuk Mewujudkan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pontianak 2013″ diprakarsai oleh Forum Pemuda Pontianak Bersuara (PPB) melalui Kelompok Cipayung Kota Pontianak, pada Rabu (28/8).

Sebelumnya,  acara yang dimoderatori oleh Sumadi ini membahas secara mendalam mengenai Kota Pontianak saat ini dan harapan untuk 5 tahun ke depan.

Nara Sumber Dr. Zulkarnaen, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura (Untan), dalam paparannya menyoroti janji–janji kandidat saat pra kampanye yang seringkali hanyalah wacana yang tidak direalisasikan oleh para calon.  

“Pemahaman tiap calon juga seringkali dirasa tidak tepat sesuai dengan apa yang disampaikan di atas kertas. Karena memang, segala macam wacana yang berkaitan dengan visi–misi dirumuskan oleh pihak ketiga. Sehingga para calon Walikota dan Wakil Walikota tidak semuanya mengerti dan memahami isi dari rumusan tersebut”, tambah Zulkarnaen

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Pontianak, Saufi, berpendapat, ada tiga hal yang penting diperhatikan bagi seorang Calon Wako Pontianak, pertama, ditilik dari sisi perindustrian, Pontianak bagai kota yang dewasa ini dikuasai oleh beberapa kalangan yang memonopoli perdagangan. Kedua, kita juga menyayangkan atas tidak maksimalnya pemanfaatan dan penggunaan air sungai Kapuas. Padahal, sungai Kapuas merupakan ikon dari Kota Pontianak dan ketersediaan air sungai Kapuas dapat kita manfaatkan bersama sebagai air bersih bagi warga. Ketiga, kita juga menyoroti mengenai transportasi massal kota ini yang tidak dikemas dan di manfaatkan dengan baik oleh Pemkot”, papar Saufi, Ketua HMI Cabang Pontianak.

Sedangkan Antonius, Ketua GMKI Kota Pontianak juga turut menyampaikan pendapatnya mengenai kota ini. Dia lebih berfokus pada pelayanan kesehatan, pendidikan, serta masih adanya daerah yang tergenang saat air sungai Kapuas meluap. Keluhan masyarakat seperti ini lah yang kemudian kita sayangkan terjadi di kota Pontianak ini. (VAL)