Revolusi Perempuan Kuba

Foto: Sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com. Jika perempuan di Spanyol  baru mendapat kesetaraan kerja, saat ini perempuan di Kuba,  bukan hanya memiliki kesetaraan kerja saja, tapi juga kesetaraan gaji. Sedangkan dalam ranah politik, tingkat  partisipasi perempuan di parlemen Kuba menempati peringkat tiga dunia.

Demikian pernyataan  Mary Alice Waters dalam bedah buku Women in “Cuba The Making of a Revolution”, terbitan Pathfinder, yang difasilitasi Kalyanamitra, sebuah LSM yang fokus pada advokasi perempuan, pada Kamis (29/8/2013) siang.  

Mary yang bertindak selaku editor buku menambahkan, sejak hari pertama keterlibatan mereka dalam revolusi Kuba, para wanita telah merasakan perbedaan kedudukan mereka bukan lagi sebagai warga kelas dua.

“Keberhasilan perjuangan kesetaraan hak perempuan di Kuba itu tak lepas dari peran Fidel Castro yang menaruh perhatian besar bagi perjuangan perempuan. ”, ujar Sekjen Partai Buruh Sosialis Amerika ini.

Sejatinya, kata  Mary Alice, perjuangan perempuan Kuba untuk memperoleh kesetaraan hak, bukan lahir begitu saja, melainkan buah sejarah panjang keterlibatan perempuan dalam revolusi Kuba.

“Buku tersebut mencoba menerangkan betapa ruang yang dibuka bagi kesetaraan perempuan merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan revolusi Kuba,” ujar Waters. (VAL)

Berita Terkait

BAGIKAN