Baru 3 dari 6 Tersangka Korupsi BJB Yang Ditahan

Foto: Bank BJB

Jakarta, Sayangi.com – Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Tiga Lentera Abadi (PT TLA) Nirwana, untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengucuran kredit Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) kepada PT Cipta Inti Permindo (CIP) sebesar Rp 55 miliar.

“Dugaan tindak pidana korupsi PT. BJB ke PT. CIP, hari ini akan diperiksa Dirut PT. Tiga Lentera Abadi, Nirwana,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya, Kamis, (29/8).

Selain menjadwalkan pemeriksaan bos PT. TLA, penyidik gedung bundar juga akan memeriksa dua orang saksi lainnya, yakni office boy PT. E-Farm Bisnis Indonesia Sujirin dan Hery Triyatna dari pihak swasta. “Jadi diperiksa 3 saksi, Dirut PT. Tiga Lentera Abadi Nirwana, office boy PT. E-Farm Bisnis Indonesia Sujirin, dan Hery Triyatna dari swasta,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan enam tersangka, yakni bos PT. Radina Niaga Mulia (PT RNM), Devianne Adiningrat; Direktur PT. CIP Yudi Setiawan, Direktur Komersial PT. E-Farm Bisnis Indonesia Deni Pasha Satari, Manajer Komersial BJB Cabang Surabaya Eri Sudewa Dullah, Dirut PT. E Farm Bisnis Indonesia sekaligus karyawan PT. Sang Hyang Sri Dedi Yamin, dan mantan Dirut BJB cabang Surabaya Ahmad Faqih.

Dari keenam nama itu, Kejagung baru menahan tiga tersangka, yakni Eri Sudewa Dulah, Deni Pasha Satari, dan Dedi Yamin. Kejagung menduga ada kesalahan prosedural dalam pengucuran kredit oleh Bank Jabar dan uang yang dikucurkan tidak digunakan sebagaimana peruntukannya. (MSR)