Soal Blok Mahakam, Wamen Siap Ladeni Din Syamsuddin

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menyatakan, ia siap meladeni Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang tergabung dalam Koalisi Akbar Rakyat Selamatkan Negara, terkait petisi Kembalikan Blok Mahakam untuk Rakyat.

Seperti diketahui, kontrak pengelolaan BLok Mahakam, Kalimantan Timur oleh pihak asing akan berakhir pada 2017 mendatang.

“Saya tegaskan, tidak ada hengki-pangki, tidak ada kongkalikong dalam menentukan siapa operator selanjutnya di Blok Mahakam. Saya akan minta bertatap langsung dengan Pak Din, bukan lewat diskusi di koran. Barangkali ada informasi yang tidak lengkap yang beliau terima. Saya siap hadapi itu,” ujar Wamen kepada wartawan, di kantornya di Jakarta, Kamis (29/08).

Soal siapa operatornya itu soal mudah, lanjutnya, tapi harus memiliki pengalaman saja tidak cukup. Mesti memiliki modal, teknologi dan mampu mengcover risiko. Kami masih terus melakukan evaluasi, dalam menentukan hal ini. Susilo membandingkan Blok Mahakam dengan ladang di Bayu Urip yang masih 100% berisi cadangan minyak. “Blok Mahakam, 80-90% sudah tidak ada minyaknya. Hanya berisi air,” tegasnya.

Sebenarnya Blok Mahakam kalau disederhanakan sama dengan bisnis sewa menyewa mobil dengan tempo 5 tahun. Setelah lima tahun, tentu nilai buku atau asetnya sudah menurun jauh. “Sama dengan yang di Blok Mahakam, nilai bukunya juga jauh menurun. Itu juga yang masih kami kaji,” tambahnya.

Kontrak Blok Mahakam akan jatuh tempo pada Maret 2017, antara Pemerintah dengan Total (Prancis) dan Impex (Jepang). Blok ini diperkirakan memiliki cadangan sekitar 27 triliun cubic feet (TFC) gas dan 600 juta barel minyak. Pada saat kontrak berakhir, diperkirakan masih tersisa sekitar 6-8 TFC gas dan 100 juta barel minyak. (MSR)