Kongres Susah Cegah Obama Serang Suriah

Foto: wordpress.com

Washington, Sayangi.com – Para pengamat percaya, serangan terhadap rezim Bashar al-Assad tinggal menunggu waktu.

Berita di The Wall Street Journal pagi ini, Jumat (30/8) menyebut, anggota Kongres Amerika Serikat (AS), baik dari Partai Republik maupun Demokrat, sebenarnya agak ragu dan sepakat agar Pemerintah AS tidak terburu-buru menyerang Suriah. Namun berdasarkan pengalaman di negara Paman Sam itu, Presiden lebih sering memutuskan perang atau menginvasi suatu negara, dengan mengabaikan Kongres.

Konstitusi AS sebenarnya memberi wewenang besar kepada Kongres untuk memutuskan apakah negara itu harus mengerahkan atau meningkatkan jumlah tentaranya di suatu negara, menggerakkan Angkatan Laut mereka yang terkenal itu untuk misi khusus, atau menghukum pelanggaran hukum internasional yang dilakukan bangsa lain. Sedangkan fungsi utama Presiden “hanyalah” Panglima Angkatan Bersenjata.

Namun berdasarkan perjalanan waktu, Presiden kerap membuat keputusan-keputusan penting terkait aksi militer, dengan keterlibatan minimal Kongres. Sebuah laporan yang dirilis pada 2011 menyebutkan, sejak 1978, dari ratusan aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat di luar negeri, hanya 11 saja yang dideklarasikan atau sempat diumumkan oleh Kongres. Selebihnya adalah inisiatif Presiden.

“Dengan begitu, selama bertahun-tahun, secara tidak langsung Kongres sudah menyerahkan sebagian kekuasaannya atas militer kepada Presiden,” kata Mary Dudziak, seorang pengamat militer. (MSR)