Merasa Difitnah, Mendagri Balas Adukan Nazaruddin ke Polisi

Foto: kemendagri.co.id

Jakarta, Sayangi.com – Tak tahan dengan nyanyian Nazaruddin, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi akhirnya melaporkan tersangka kasus Hambalang tersebut ke Polda Metro Jaya, hari ini, Jumat (30/8).

Sebelumnya, dalam kicauannya di Komisi Pemberantasan Korupsi, Nazaruddin menyatakan terjadi mark-up anggaran pengadaan e-KTP, sebesar 45% dari total nilai proyek yang Rp 5,9 triliun. Nazaruddin juga menuding Mendagri menerima “fee” terkait pengadaan proyek e-KTP tersebut, melalui adiknya dan pejabat di lingkungan Kemendagri.

Namun Gamawan merasa aneh dengan tuduhan tersebut. Ia bahkan mengaku belum pernah bertemu Nazaruddin maupun perusahaan yang menjadi peserta tender e-KTP.

“Nazaruddin sudah menghina dan memfitnah saya, sehingga saya minta ia diproses secara hukum,” tandas Gamawan. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor 2968/VIII/2013/PMJ/Ditreskrimum tanggal 30 agustus 2013, Nazaruddin diadukan melanggar Pasal 310 KUHP Tentang Pencemaran Nama Baik dan Pasal 311 KUHP Tentang Fitnah, dengan ancaman hukuman kurang dari lima tahun.

Gamawan mempertanyakan ocehan Nazaruddin kemarin, Kamis (28/8) yang diblow-up oleh hampir seluruh media massa, dan mengungkapkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan audit terhadap proses tender program e-ktp yang dituduhkan kepadanya. Hasil pemeriksaan BPK itu menyatakan tidak ada masalah sama sekali. (MSR)