Terseret Penggelapan Rp 26 Miliar, Politisi PAN Di-Bareskrimkan

Ilustrasu foto: digizmo.com

Jakarta, Sayangi.com – Merasa tertipu, Direktur Utama PT. Bumi Energi Kaltim (BEK) Jamaludin, hari ini Jumat (30/8) melaporkan Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) Andi Ansar Cakra Wijaya ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Andi Anshar dilaporkan lantaran diduga terkait tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pemalsuan dokumen PT. Bumi Energi Kaltim (BEK).

“Saya merasa sangat dikorbankan dalam hal kepemilikan company profile oleh sesorang. Saya juga merasa ada penggelapan dalam kasus ini,” ungkap Jamaludin kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri. Sementara pengacara Jamaludin, Arfa Gunawan menambahkan, kasus ini bermula saat Jamaludin sebagai pemegang saham PT BEK menjual saham ke Andi Ansar. Saat itu, perjanjiannya dibayar uang muka, setelah lunas baru boleh nama perusahaan diubah.

“Ini baru bayar down payment (DP) sudah berubah nama, ke Kementerian Hukum dan HAM. Kerugiannya mencapai Rp 26 miliar, karena baru dibayar Rp 5 miliar. Sedangkan nilai saham totalnya Rp 31 miliar,” jelas Arfa.

Arfa juga mengungkapkan, dalam kasus ini akta perusahaan diubah tanpa sepengatahuan kliennya. “Mereka memberi keterangan palsu dan penipuan, serta penggelapan. Kami sudah beri peringatan dalam bentuk somasi sebanyak dua kali, tapi malah mengancam akan melapor juga,” sambungnya.

Saat melapor ke Bareskrim Polri, Arfa membawa akta perusahaan dengan susunan perusahaan awal, sebelum adanya perubahan oleh Andi Ansar.

Setelah masuk ke ruang penyidik Bareskrim sekitar pukul 11.00 WIB, Jamaluddin dan pengacaranya keluar dan memperlihatkan Tanda Bukti Laporan dengan nomor TBL/579/VIII/2013/Bareskrim, dengan nomor laporan LP/722/vIII/2013/Bareskrim, tanggal 30 Agustus 2013. Di situ tertulis, Andi Ansar diduga melakukan tindak pidana pemalsuan surat, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 266 KUHP dan Pasal 264 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal lima tahun. (MSR)