Soal DPT, DPR Minta Penyelenggara Pemilu Berkoordinasi

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi II DPR-RI Chairun Nisa minta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Direktorat Jenderal Kependudukan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk lebih berkoordinasi dalam rangka sinkronisasi data pemilih.

“Perlu koordinasi secara masif antarpenyelenggara Pemilu, untuk memastikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 yang akurat,” kata Nisa, Jumat (29/08).

Menurut Nisa, temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyebutkan adanya sejumlah data yang tidak rasional perlu dicermati. Trend tersebut, kata Nisa, yakni kenaikan dan penurunan jumlah pemilih dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) ke Daftar Pemilih Sementara (DPS) di daerah-daerah tertentu, misalnya di Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Lebih lanjut diterangkan oleh Nisa, dari 35 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang analisisnya dikaitkan dengan data DP4 dan DPS, Bawaslu menemukan kenaikan jumlah pemilih sebanyak 104.386 pemilih atau 13,00% dari DP4. “Di Kecamatan Cikeusik terjadi kenaikan jumlah pemilih di DPS mencapai 16.910 pemilih atau 67,00%,” imbuhnya.

Sementara itu, dari 13 Kecamatan di Kota Tangerang yang dianalisis terhadap data DP4 dan DPS, Bawaslu menemukan penurunan jumlah pemilih sebanyak 50.417 pemilih atau 3,9% dari DP4. “Di Kecamatan Neglasari, terjadi penurunan jumlah pemilih di DPS mencapai 22.560 pemilih atau 23,1%,” katanya.

Trend perubahan yang tidak rasional sebagaimana terjadi di dua daerah tersebut, menurut Nisa tidak menutup kemungkinan akan terjadi juga di daerah-daerah lain. Padahal, berdasarkan jadwal KPU, penetapan DPT tingkat Kabupaten/Kota tanggal 7-13 September.

Dengan adanya temuan Bawaslu tersebut, Nisa minta KPU dan Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri untuk menyandingkan sistem dan data pemilih, sehingga daftar pemilih tetap (DPT) benar-benar akurat. “Dengan data yang akurat, akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu,” pungkas politisi Partai Golkar ini. (MSR)