Perebutan Blok Siak Tidak Mengenal Hak Veto

Foto : menit.tv

Pekanbaru, Sayangi.com – Pemprov Riau menyatakan dalam perebutan Blok Siak, tidak mengenal hak veto, terutama bagi perusahaan terdahulu dengan mudah memberikan uang sebesar 20 juta dollar AS kepada calon gubernur dan wakil gubernur Riau terpilih.

“Secara normatif, Blok Siak itu tidak menjadi hak veto bagi PT Chevron Pasific Indonesia yang berakhir kontraknya pada tanggal 27 November 2013,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Riau, Emrizal Pakis di Pekanbaru, Jumat (30/8).

Begitu habis masa kontrak Chevron, lanjutnya, maka akan dikembalikan kepada pemerintah dan publik. Jika ada perusahaan yang kembali berminat untuk mengelola Blok Siak, maka dilakukan tender ulang.

Tentunya akan ada proses ulang yang dilakukan dari berbagai pihak terkait seperti penilaian Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terhadap peserta tender.

Saat ini, tender Blok Siak yang dilakukan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diikuti sedikitnya empat perusahaan yakni Chevron, Pertamina, Riau Petroleum dan Bumi Siak Pusako.

Blok Siak sediri terdapat di empat kabupaten di Riau yakni Kampar, Bengkalis, Rokan Hulu serta Rokan Hilir dan masih mampu menghasilkan minyak mentah sekitar 1600 sampai 2.000 barel per hari.

“Jadi, siapapun dapat mengelola Blok Siak. Tentunya ada prosedur yang dijalankan untuk mendapatkan kontrak ladang minyak itu,” katanya.

Peneliti Duri Institut sebelumnya menyatakan gubernur dan wakil gubernur Riau terpilih akan mendapatkan 20 juta dollar AS, jika menerima tawaran PT Chevron Pasific Indonesia untuk melanjutkan kontrak baru dalam mengelola Blok Siak.

“Pemilihan gubernur Riau dilakukan 4 September, sedangkan kontrak Blok Siak yang mampu menghasilkan minyak sampai 2.000 barel per hari berakhir pada 27 November 2013,” ujar peneliti Duri Institut, Agung Marsudi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sebuah sumber, lanjutnya, perebutan Blok Siak yang lagi ditenderkan di Kementerian ESDM akan dimenangkan Chevron untuk ladang minyak yang berada di daerah Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir.

Sedangkan blok yang kering, diberi ke perusahaan nasional seperti Pertamina serta Badan Usaha Milik Daerah yang bernama Riau Petroleum milik Pemprov Riau atau Bumi Siak Pusako yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau.

“Kami sudah meneliti kebenaran informasi itu dengan melihat fakta lapangan dan mengumpulkan bukti yang ada. Baik dari Chevron sendiri maupun pernyataan yang pernah disampaikan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini sebelum ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi,” katanya. (Ant)