Presiden Prancis: Serangan ke Suriah Mungkin Rabu

Foto: Antara

Paris, Sayangi.com – Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan, serangan terhadap Suriah mungkin dilakukan pada Rabu dan penolakan Inggris atas campur tangan militer tidak berdampak pada sikap pemerintahnya.

Prancis menginginkan tindakan tegas dan sebanding terhadap pemerintah Damaskus, katanya dalam wawancara dengan surat kabar “Le Monde” pada Jumat. Parlemen Prancis, menurut rencana, bersidang pada Rabu (30/8) membicarakan Suriah.

Hollande mengatakan penolakan parlemen Inggris tidak berpengaruh pada tindakan yang akan dilakukan Paris.

“Masing-masing negara bebas untuk memilih apa akan ikut serta dalam satu operasi seperti itu atau tidak. Itu dipegang teguh Inggris dan Prancis,” katanya.

Pemimpin Prancis itu akan “menghukum” pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad atas tuduhan melakukan serangan senjata-senjata kimia pada 21 Agustus.

“Ada satu indikator yang menunjukkan tanggung jawab jawab pemerintah Damaskus. Pembunuhan senjata kimia oleh Damaskus harus dihukum. Saya sekarang melakukan tukar pikiran dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama,” ujarnya.

Akan tetapi Hollande mengenyampingkan serangan karena pemeriksa PBB masih berada di Suriah untuk menyelidiki serangan yang dituduhkan itu. Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan, diperkirakan, mereka akan meninggalkan Suriah pada Sabtu pagi.

Amerika Serikat yang memperingatkan bahwa Bashar akan berada di persimpangan “garis merah” jika senjata-senjata kimia digunakan.

Pihaknya masih mengusahakan satu “koalisi internasional” bagi kemungkinan serangan terhadap Suriah kendatipun berhak untuk bertindak (VAL/ANT)