Dramatis! Munchen Juara Piala Super Lewat Adu Penalti

Foto: fcbayern

Praha, Sayangi.com – Bayern Munich membalas dendam atas kekalahan mereka di final Liga Champions 2012 melalui kemenangan adu penalti 5-4 atas Chelsea yang mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain, setelah pertandingan Piala Super Eropa pada Jumat (Sabtu WIB) berakhir dengan skor imbang 2-2 setelah perpanjangan waktu.

Pemain Bayern Javi Martinez menyamakan kedudukan secara dramatis pada menit ke-121 untuk membuat pertandingan harus diteruskan dengan adu penalti, dan ketika pemain pengganti Chelsea Romelu Lukaku gagal mengeksekusi sepakan kesepuluh setelah sembilan eksekusi sebelumnya berlangsung mulus, tim Bavaria ini mengangkat piala pada upaya keempatnya.

Gol pembuka yang dibukukan pemain Spanyol Fernando Torres dibatalkan oleh Franck Ribery pada babak kedua, sedangkan pemain Chelsea Ramires diusir keluar lapangan pada menit ke-85 ketika pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah 90 menit di Eden Arena Praha.

Pemain sayap kiri Chelsea asal Belgia Eden Hazard terlihat mencetak gol kemenangan di masa perpanjangan waktu bagi pasukan Jose Mourinho yang berstatus juara Liga Europa, namun pasukan Pep Guardiola memborbardir gawang Si Biru pada fase akhir pertandingan sebelum Martinez mencetak gol penyama kedudukan sebelum peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini terasa istimewa bagi Guardiola, yang mengambil alih posisi pelatih Bayern pada Juni, menyusul 14 gelarnya selama empat tahun di Barcelona, yang menghadapi mantan rivalnya di Liga Spanyol, Mourinho, yang kembali untuk menjalani masa kerja kedua di Chelsea setelah meninggalkan Real Madrid di bulan yang sama.

Bintang Bayern Bastian Schweinsteiger absen karena cedera ligamen pergelangan kaki, sedangkan Ribery – yang dinobatkan menjadi pemain terbaik Eropa di Monako pada Kamis – dimainkan sejak awal di sayap kiri.

Guardiola menggeser kapten Jerman Philipp Lahm dari posisi bek kanan untuk mengisi peran gelandang bertahan Schweinsteiger pada babak pertama, sebelum Martinez mengisi posisi itu di babak kedua dan Lahm digeser menjadi lebih melebar.

Mourinho memainkan bek tengah Brazil David Luiz sejak awal, meski pemain Brazil itu belakangan menderita cedera otot paha belakang sedangkan pemain Spanyol Juan Mata menjadi pemain cadangan.

Meski Bayern mendominasi penguasaan bola, Chelsea unggul terlebih dahulu pada menit kedelapan ketika pemain sayap asal Jerman Andre Schuerrle mengirim umpan silang yang diteruskan sepakan voli Torres ke sudut kanan atas gawang Bayern.

Menjelang pertandingan ini, Guardiola menyebut Mourinho sebagai “master serangan balik cepat,” dan Chelsea membuktikan hal itu saat Branislav Ivanovic melakukan lemparan ke dalam yang diteruskan Hazard kepada Schuerrle, kemudian diteruskan lagi kepada Torres saat Si Biru menguasai area sepanjang 80 meter dalam waktu 13 detik.

Kedua tim memiliki beberapa peluang pada babak pertama seperti saat tembakan Torres melebar, sedangkan di sisi lain Ribery memaksa kiper Chelsea Petr Cech melakukan penyelamatan saat babak pertama menyisakan 22 menit, kemudian sepakan Thomas Mueller mengenai bagian samping luar kanan gawang yang membuat babak pertama ditutup dengan keunggulan Chelsea.

Bayern menyamakan kedudukan pada menit ke-47 ketika tembakan kaki kanan Ribery tidak dapat dihentikan Cech, yang kemudian memicu pemain Prancis ini berlari ke arah pelukan Guardiola dan mendaratkan ciuman di dahi pria Spanyol itu.

Dante memberikan Chelsea peluang emas untuk kembali memimpin pada menit ke-64, ketika kekeliruan bek tengah Bayern ini membuat Oscar dapat melepaskan tembakan, yang masih dapat ditahan Manuel Neuer, sebelum tembakan Frank Lampard melambung di atas gawang.

Neuer dapat menepis tandukan Ivanovic ke atas mistar gawang pada menit ke-78 dan kemudian menggagalkan sundulan Luiz lima menit sebelum menit ke-90, sebelum gelandang Chelsea diusir keluar lapangan karena menerima kartu kuning kedua akibat pelanggarannya terhadap pemain pengganti Bayern Mario Goetze.

Ketika pertandingan diteruskan dengan perpanjangan waktu, Hazard membawa Chelsea unggul ketika ia bergerak memotong di antara dua pemain dari sisi kiri dan melepaskan tembakan tanpa dapat diantisipasi Neuer.

Bayern meningkatkan tekanan melalui Martinez dan Marco Mandzukic yang memaksa Cech melakukan penyelamatan dari tandukan kepala di paruh kedua babak perpanjangan waktu, sedangkan tendangan bebas Ribery masih dapat ditepis.

Irama pertandingan berbalik dengan seketika pada fase akhir, ketika Dante memberi operan pada Martinez untuk dikonversi menjadi gol penyama kedudukan, dan membuat pertandingan diteruskan dengan adu penalti. (RH/ANT)


Berita Terkait

BAGIKAN