Rapor Merah Para Kapolres Yang Gagal Amankan Daerahnya

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri dan Wakapolri perlu mencermati kinerja para Kapolres. Lima hari setelah para Kapolres diberi pengarahan dalam Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) di PTIK, Jakarta, justru terjadi lima bentrokan massa di berbagai daerah.

Dalam bentrokan-bentrokan itu, tujuh orang luka, 18 rumah, 8 mobil, dan 3 sepeda motor dibakar massa. terkait hal itu, Ketua Presedium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane mengingatkan Kapolri tentang perlunya evaluasi pelaksanaan tugas, prioritas tugas ke depan, dan pengarahan untuk mengantisipasi situasi menjelang Pemilu serta Pilpres 2014.

“Ironisnya, yang terjadi adalah amuk massa,” kata Neta. Dari pendataan IPW, kata Neta, lima hari setelah Apel Kasatwil justru terjadi lima peristiwa amuk massa. Jajaran kepolisian seakan tidak berdaya mengantisipasinya, sehingga korban luka dan kerusakan harta benda terjadi. Kelima amuk massa itu terjadi di Deliserdang (Sumut), Mesuji (Lampung), Solo (Jateng), dan Karawang (Jabar).

Bentrokan di Deliserdang misalnya, sudah beberapa kali terjadi. Di Karawang, sehari sebelumnya gejala konflik sudah terlihat tapi polisi tidak mengantisipasinya, sehingga konflik membesar. “Dari kelima konflik ini terlihat bahwa evaluasi dan pengarahan yang dilakukan dalam Apel Kasatwil tersebut seakan tidak dicerna dengan serius oleh para Kapolres (setidaknya di daerah yang terjadi konflik), sehingga deteksi dan antisipasi dini tidak dilakukan dengann maksimal,” katanya.

IPW, lanjut Neta, berharap Kapolri mencermati situasi pasca-Apel Kasatwil. Jika ada Kapolres yang tidak mampu mencerna pengarahan dalam Apel Kasatwil dan di daerah terjadi konflik, sebaiknya segera dievaluasi dan dicopot dari jabatannya. Sikap tegas perlu dilakukan agar para Kapolres mau bekerja profesional dan mampu menggerakkan jajarannya untuk melakukan deteksi dan antisipasi dini. (MSR)