Opening Lancar, Hary Tanoe Ngotot Final Miss World di Jakarta

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Opening Ceremony atau pesta pembukaan Kontes Ratu Dunia alias Miss World 2013 di Nusa Dua Bali, semalam berjalan lancar. Namun ketidakpastian terhadap kelanjutan kontes ini tetap mencuat, karena CEO MNC Hary Tanoe tetap ngotot, final harus di Jakarta.

Pesta pembukaan semalam dihadiri oleh lebih dari 130 kontestan yang muncul dengan busana pilihan masing-masing. Tampak di deretan kursi undangan, selain Hary Tanoe, hadir Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto, dan anggota legislatif Eko Patrio.

Tempat Lokasi acara pembukaan, Bali International Convention Center (BICC) yang berada di dalam Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, dijaga ketat oleh ratusan personel Kepolisian. Penjagaan ketat hotel yang berada di dalam kawasan Bali Tourism Development Corporation (BTDC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, itu terlihat sejak sore, sebelum acara pembukaan yang dimulai pukul 20.00 WITA.
 
Namun lancarnya Opening Ceremony itu tak mengurangi tensi seputar kelanjutan acara kontes wanita cantik sejagad ini. Panitia penyelenggara masih kesulitan dan belum menemukan tempat yang tepat di Pulau Dewata, untuk menggelar babak final, pada 28 September 2013 mendatang, lantaran waktunya diangap terlalu dekat dengan pelaksanaan KTT APEC, awal Oktober 2013.

Maklum, Pemerintah akhirnya hanya mengizinkan pelaksanaan ajang “Miss World” di Bali saja, termasuk pelaksanaan malam final yang awalnya direncanakan di Bogor, Jawa Barat. Revisi izin itu disampaikan secara mendadak pada Sabtu (7/9) sore, atau satu hari menjelang malam pembukaan. Keputusan diambil berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo, serta Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar.

Menanggapi keputusan itu, CEO MNC Grup yang menjadi peyelenggara Miss World, Hary Tanoesoedibjo mengaku akan mencoba berbicara dengan Pemerintah, hari ini Senin (9/9). Dalam pertemuan itu ia ingin menyampaikan situasi yang dihadapi Panitia Miss World jika gelaran hanya dipusatkan di Bali, termasuk gelaran finalnya.

Hary tampaknya bakal ngotot, agar revisi izin pelaksanaan Miss World di Bogor dan Jakarta, dibatalkan. “Persiapan sudah dilakukan oleh Panitia selama 3 tahun, tidak mungkin diubah hanya dalam beberapa hari, termasuk memindahkan lokasi acara final dari Jakarta,” sebutnya, sembari menambahkan, “Acara ini melibatkan banyak pihak. Selain karena pesertanya banyak, pendukungnya pun banyak,” katanya.

Sanggupkah Hary dan “para pendukungnya” memaksa Pemerintah menjilat ludahnya sendiri? (MSR)