HMI Demo KPU Terkait Hasil PIlkada Riau

Pekanbaru, Sayangi.com – Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pekanbaru Provinsi Riau menggelar aksi demonstrasi menuntut pertanggungjawaban atas hitung cepat pemilihan kepala daerah setempat yang membingungkan.

“Kami meminta agar KPU Provinsi Riau menjadi penengah terhadap keseimbangan hasil sementara Pilkada Riau,” kata Ali Mahmuda selaku koordinator aksi tersebut, Senin.

Unjuk rasa puluhan mahasiswa ini dilakukan tepat di depan pintu masuk Kantor KPU Riau yang berada di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru. Aksi massa tersebut adalah buntut dari kekacauan hasil sementara hitung cepat yang dilakukan oleh masing-masing tim pemenangan masing-masing kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2013.

Pada Pilkada Gubernur Riau 2013 kali ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau sebelumnya telah menetapkan lima pasang peserta. Mereka adalah Herman Abdullah berpasangan dengan Agus Widayat nomor urut 1; Annas Maamun dengan Arsyadjuliandi Rachman (nomor urut 2); Lukman Edy-Suryadi Khusaini (nomor urut 3), Ahmad-Masrul Kasmy (nomor urut 4); dan Jon Erizal-Mambang Mit (nomor urut 5).

Tim pemenangan kelima pasangan tersebut melakukan hitung cepat dan hitung cermat yang kemudian memenangkan masing-masing kandidat mereka. “Hal tersebut kemudian berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat khususnya di kalangan tim pendukung masing-masing,” kata Ali.

Untuk itu, demikian demonstran dalam aksinya, juga menuntut agar KPU Riau tetap konsisten dengan sifatnya yang independent atau tidak berpihak pada salah satu calon manapun. Dalam orasinya, massa juzga meminta agar KPU menindak tegas setiap daerah yang tidak mengindahkan surat edaran KPU Riau.

“HMI juga akan mengawasi segala tahapan dan proses Pilkada Riau dengan cermat,” katanya.

Ketua KPU Riau Tengku Edy Sabli mengambut aksi massa tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya tidak bertanggungjawab atas hitung cepat yang dilakukan masing-masing tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur.

“Kami baru akan melakukan perhitungan suara secara manual sesuai dengan tahapannya. pengumumannya baru akan dilakukan pada tanggal 14 atau 15 September mendatang,” imbuhnya. (RH/ANT)