Kasus Dul Jangan Sampai Tidak Jelas Seperti Anak Hatta Rajasa

Foto: sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas),  Adrianus Meliala, meminta kasus yang menimpa Abdul Qodir Jailani alias Dul tidak seperti kasus yang menimpa Rasyid Rajasa. Dalam kasus Rasyid yang merupakan anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu dinilai tidak jelas dan terkesan diistimewakan.

“Ini mewakili masyarakat untuk melihat bahwa sekali lagi jangan sampai kalau bicara kasusnya (anak) Hatta Rajasa ada indikasi Polri memberikan perlakuan yang berbeda, khusus dan lunak. Kalau bisa yang ini jangan lagi,” kata Adrianus kepada wartawan di Gedung KPK, Senin (9/9/2013).

Adrianus menilai, ada tren yang tidak benar di negeri ini, yaitu perlakuan berbeda terhadap seseorang dalam kasus hukum. Terutama ketika kasus hukum tersebut terjadi pada orang-orang tertentu, seperti orang kaya maupun pejabat negara.

“Kami melihat trennya seperti itu. Kalau melihat orang gede, orang kaya ini seperti sinetron yang korbannya supir-supir honorer begitu dibom dengan Rp50 juta hingga Rp100 juta semua tenang seakan-akan tindak pidana bisa dihapuskan,” tambahnya.

Seperti diketahui Rasyid Rajasa pernah mengalami kejadian yang mirip dengan yang kini menimpa Dul. Rasyid yang merupakan anak bungsu Hatta Rajasa dihukum enam bulan hukuman percobaan dengan hukuman pidana 5 bulan. Putusan itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa, yakni delapan bulan dengan masa percobaan 12 bulan.

Dalam vonis ini, Rasyid tetap dinyatakan bersalah, terbukti melanggar Pasal 310 Ayat 4 Undang-Undang Lalu Lintas akibat mengendarai kendaraan dengan lalai dan subsider Pasal 310 Ayat 2. Namun ia tidak perlu masuk penjara bila tidak mengulang perbuatan sama dalam kurun waktu enam bulan.

Vonis ini dijatuhkan kepada Rasyid karena ia terlibat dalam kasus kecelakaan maut yang menewaskan dua orang, yakni Harun (60) dan M Raihan (1,5). Peristiwa itu terjadi di Tol Jagorawi arah Bogor, Kilometer 3+335 pada 1 Januari 2013 lalu.

Tanggung Jawab Ahmad Dhani

Adrianus juga menilai, dalam kasus kecelakaan Dul, orang yang bertanggung jawab adalah orang tuanya, yakni Ahmad Dhani. Pasalnya, bos Republik Cinta Management (RCM) ini memberikan izin mengendarai mobil kepada anaknya yang masih belum cukup umur.

“Orang tuanya yang harus bertanggung jawab, Dia diberikan mobil dimana dia tidak harusnya mengemudi,” ujar Adrianus.

Adrianus juga menambahkan jika pihak kepolisian menggunakan UU perlindungan anak itu kurang tepat, karena mengasumsikan seorang anak terjerumus dalam satu tindakan pidana atau salah satu perbuatan salah.

” Kalau kita memakai UU pidana dan sekaligus UU lalu lintas angkotan jalan rasanya lebih tepat unruk dipakai dalam rangka menjerat orang tua,” ujarnya. (MI)