Ibu Kota Pindah? DPR: Biayanya Mahal, Bro

Foto: wordpress.com

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi II DPR-RI, Ignatius Mulyono mengatakan, pemindahan ibukota harus dipertimbangkan secara matang. Sebab selain memakan anggaran biaya yang cukup mahal, pemindahan ibukota ke daerah juga belum tepat waktunya saat ini.

“Persiapan mengarah kesana perlu dipertimbangkan secara matang,” kata Ignatius di Kompleks Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9). Diterangkan oleh Ignatius, pemindahan ibukota sebanarnya sudah pernah diwacanakan oleh dua Presiden sebelumnya, yakni Presiden Soekarno dan Soeharto. Saat itu, kata dia, Palangkaraya dan Jonggol sempat menjadi pilihan sebagai pengganti Jakarta.  

“Pemindahan ibukota sudah diwacanakan oleh Soeharto dan Soekarno ke Palangkaraya dan Jonggol, tapi biayanya mahal,” katanya. Ide ini memang bagus dan dibutuhkan. Hanya saja, lanjut Ignatius yang juga politisi Fraksi Partai Demokrat, masih banyak pekerjaan rumah (PR) di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang harus dikerjakan dan diselesaikan.

“Seperti maslaah ekonomi, pelemahan rupiah, tuntutan buruh untuk penyesuaian gaji, hingga anarkisme di daerah. Itu pekerjaan rumah krusial yang harus dikerjakan lebih dulu. (MSR)