IAEA Terpecah Mengenai Risiko Serangan Udara AS

Foto: iaea.org

Wina, Sayangi.com – Kepala pengawas energi nuklir Perserikatan Bangsa Bangsa, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Senin mengatakan bahwa pihaknya terpecah mengenai risiko nuklir dari potensi serangan udara Amerika Serikat di Suriah.

Yukiya Amano mengatakan bahwa perwakilan AS dan Kuba tidak setuju tentang risiko tersebut, namun pendapat mereka yang tepat tidak bisa diungkapkan karena mereka berbicara pada pertemuan pribadi badan dewan gubernur.

Ia mengatakan, pihaknya tidak akan mampu untuk memenuhi permintaan Rusia untuk melakukan penilaian tersebut dalam sepekan.

Ini adalah masalah yang sangat rumit yang membutuhkan waktu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penting bagi lembaga untuk mendengarkan pendapat negara-negara anggota lainnya, sehingga ia tidak dapat memberitahu “teman-teman Rusia kita” kapan balasan akan disediakan.

Vladimir Voronkov, utusan permanen Rusia untuk lembaga internasional di Wina itu, Senin mengatakan bahwa ia mengharapkan balasan terhadap permohonan pada akhir pekan.

“Kami menekankan bahwa itu merupakan hal yang mendesak dan meminta Direktur Jenderal IAEA serta badan (gubernur) untuk bertindak tanpa penundaan,” kata Voronkov. Pertemuan dewan gubernur diperkirakan berlangsung sampai Jumat.

Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak sekretariat IAEA untuk mengevaluasi risiko nuklir serangan AS pada reaktor miniatur sumber neutron dekat Damaskus dan fasilitas-fasilitas nuklir lainnya di Suriah. (RH/ANT)