Tantowi Yahya: Ical Belum Bayar Duit Yang Dijanjikan

Foto: Sayangi.com/Hurri

Jakarta, Sayangi.com – Pencalonan Aburizal Bakrie sebagai Calon Presiden terus digoyang. Hal itu misalnya tampak dari pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung, yang kerap kali mengeluarkan statemen tentang evaluasi terhadap Ical — sapaan akrab Aburizal Bakrie, jika popularitas dan elektabilitas dia menurun dan tidak sesuai dengan harapan Golkar.

Apakah evaluasi terhadap pencapresan Ical itu hanya semata-mata terkait penurunan elektabilitas? Jangan-jangan ada persoalan lain, seperti janji Ical yang akan memberikan duit kepada kadernya (tapi sebagian tidak dipenuhi) sebelum Ical terpilih menjadi Ketua Umum?

Juru Bicara DPP Partai Golkar, Tantowi Yahya membenarkan jika Ical memang belum sepenuhnya merealisasikan apa yang dia janjikan. Menurut Tantowi, duit yang dijanjikan Ical kepada kadernya itu nominalnya bervariasi tergantung kesepakatan antara Ical dan kader-kadernya, mulai dari angka Rp 5, 10, dan 15 juta tapi sebagian sudah dibayar.

“Ya benar. Ada yang memang belum dibayar tapi belum bukan tidak dibayar, pada saatnya nanti akan dibayar,” kata Tantowi di Kompleks DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

Selain itu, Tantowi yang juga anggota Komisi I DPR RI, ini tidak menampik ketika ditanya apakah ada faksi-faksi (kelompok) di partainya. Menurutnya, partai politik memang berisi faksi-faksi tapi adalah tugas Ketua Umum untuk mengharmonisasikan faksi-faksi itu untuk kemudian menjadi satu kekuatan.

“Faksi itu banyaklah di golkar. Mungkin lebih dari pada (tiga faksi) itu. TapiĀ  itu suatu hal yang wajar di partai. Dan sampai saat ini golkar bisa melakukan itu. kalau tidak ada faksi itu bukan partai politik namanya,” katanya. (RH)