Sudah 200 Ribuan Orang Melamar Jadi “Penduduk Mars”

Foto: theguardian.co.uk

Amsterdam, Sayangi.com – Diam-diam, sudah lebih dari 200.000 orang dari 140 negara telah mendaftar sebagai sukarelawan untuk pergi ke planet Mars dan tidak akan pernah kembali.

Heboh soal membuka peradaban manusia di Mars ini bermula dari Bas Lansdorp, seorang insinyur yang juga pengusaha asal Belanda. Dia berencana untuk membangun infrastruktur di planet Mars, agar bisa ditinggali oleh manusia. Konon, jika sudah berhasil mengumpulkan uang 6,49 miliar dolar AS, misinya ini akan mulai dilaksanakan pada 2022.

Lebih heboh lagi, kegilaan Bas itu ternyata mendapat banyak tanggapan. Menurut organisasi nirlaba yang membantu untuk mencari sukarelawan yang ingin ke Mars, Mars One, saat ini sudah ada lebih dari 202.500 orang mendaftar untuk pindah ke Mars. Satu diantara empat sukarelawan itu (atau sekitar 25%) adalah warga negara Amerika Serikat, disusul India (10%), Cina (6%), dan Brazil (5%).

Menurut rencana, pelatihan untuk para calon penghuni Mars ini akan dilakukan pada 2015. Gelombang pertama diperkirakan berangkat tahun 2023. Perjalanan menuju Mars sendiri diprediksi menghabiskan waktu 7 bulan, dan setibanya di Mars akan tinggal di gurun Mars yang memiliki temperatur rata-rata minus 55 derajat Celcius, dengan atmosfer yang kental karbondioksida.

Para pemukim planet merah itu juga harus mau menjadi “aktor dan aktris” dalam program reality show yang ditayangkan langsung ke Bumi. Dari sini, diharapkan ada penggalangan dana untuk menutupi biaya hidup di Mars.

Proyek ini didukung penuh oleh Gerard ‘t Hooft, pemenang Nobel Fisika. “Tujuan jangka panjang proyek ini adalah untuk memiliki koloni di Mars,” ujar Hooft. Namun sejumlah badan luar angkasa, termasuk NASA menyatakan pesimistis dengan rencana ini. Menurut NASA, hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa membuat manusia membangun koloni di Mars. (MSR/AFP)