Kedelai Dimonopoli, Kemendag ‘Main Mata’ Dengan Importir?

Foto: sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kamar Dagang Indonesia menduga adanya ‘persekongkolan’ di Kementerian Perdagangan RI. Hal ini dikarenakan pasokan kedelai yang diberikan Kemendag untuk kuota impor besar hanya ditujukan untuk importir tertentu, sehingga menyebabkan adanya unsur monopoli.

“Ini karena perilaku kemendag, dengan memberi kuota sangat besar bagi importir tertentu, sehingga dia punya posisi mengurangi stok di pasar, ini perilaku monopoli,” kata Ketua LP3E Kadin Indonesia Didik J Rachbini, di Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Bahkan Didik juga menduga, adanya mogok para pengrajin tahu tempe baru-baru ini juga akibat dari perilaku kartel yang sengaja ingin memonopoli pasar. Modusnya, para importir yang masih mempunyai stok kedelai, sengaja menahan kedelai masuk ke pasar.

“Para pengrajin tahu tempe mogok, karena indikasinya, ada permainan dari kartel, kan dia bisa menahan stok. Saya mengatakan ada indikasi kartel, pembuktian harus dengan hukum dan KPPU juga harus masuk kedalam untuk diselidiki,” tutur Didik.

Kendati demikian, Didik tidak menampik bahwa Kementerian Perdagangan memang mempunyai hak dalam memilih importir terdaftar kedelai. Hanya saja ia menilai dengan kewenangan pemberian importir terdaftar bisa menimbulkan kartel kedelai.

“Memang itu hak mereka, kan harga dari depresiasi kita hanya 12 persen. Tentu kenaikan itu tidak jauh seperti sekarang, masalahnya ada kemungkinan kartel,” jelasnya. (MI)