Obama Tunda Rencana Menyerang Suriah

Washington, Sayangi.com – Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan ia akan menahan rencana serangan militer ke Suriah jika negara itu setuju memberi izin pihak internasional mengawasi cadangan senjata kimia mereka.

Namun dia mengatakan dia skeptis pemerintah Suriah akan menyetujui hal ini.

Sementara Kongres AS berdebat mengenai perlukah melakukan serangan, pihak Rusia pada Senin (10/09) kemarin menyerahkan senjata kimianya.

AS menuduh Damaskus melakukan kejahatan perang, termasuk penggunaan senjata kimia, tuduhan itu dibantah oleh pemerintah Suriah.

Presiden Obama pada Senin kemarin memberikan serangkaian wawancara televisi yang bertujuan membangun dukungan di kalangan Kongres AS dan kesadaran publik akan rencana aksi militer baru di Timur Tengah ini.

Presiden mengatakan serangan terbatas diperlukan untuk menghukum rezim Assad terkait penggunaan senjata kimia dan untuk mencegah mereka menggunakan senjata itu lagi.

“Saya ingin memastikan bahwa norma terhadap pelarangan penggunaan senjata kimia dipertahankan,” kata Obama kepada ABC News.

“Itu termasuk dalam kepentingan keamanan nasional kita. Jika kita bisa melakukannya tanpa serangan militer, saya sangat memilih hal ini.”

Ditanya oleh Diane Sawyer dari ABC News jika ia menunda penyerangan terhadap Suriah, dapatkah Assad memegang kendali atas senjatanya, Obama menjawab: “Tentu saja, jika sebenarnya itu yang terjadi.”

Debat mengenai rencana penyerangan ke Suriah masih berlangsung di Kongres AS pada saat ini.

Sambutan Suriah

Dukungan untuk persetujuan menyerang Suriah di tingkat Kongres tetap relatif rendah. Pada Jumat (06/09) lalu, lebih dari 230 dari 433 anggota Kongres di Dewan Perwakilan dilaporkan menolak atau cenderung menolak.

Selain itu, jajak pendapat menunjukkan bahwa orang Amerika tetap khawatir terhadap rencana serangan ke Suriah.

Hal ini bertolak belakang dengan ucapan Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang mengatakan dukungan terhadap serangan ke Suriah meningkat.

Banyak politisi dan anggota masyarakat AS prihatin bahwa aksi militer bisa menarik AS untuk terlibat dalam perang berkepanjangan dan memicu permusuhan yang lebih luas di wilayah tersebut.

Pernyataan Obama datang setelah Rusia meminta Suriah untuk menempatkan persediaan senjata kimia di bawah kontrol internasional dan kemudian menghancurkan senjata itu untuk menghindari serangan militer AS.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan tawaran itu dibuat selama pembicaraan dengan rekan sejawatnya dari Suriah, Walid Muallem.

Lavrov kemudian mengungkapkan ia mendesak Muallem untuk “tidak hanya setuju menempatkan situs penyimpanan senjata kimia di bawah kontrol internasional, tetapi juga menghancurkannya.”

Ia mengatakan ia juga memberitahu Muallem bahwa Suriah akan harus bergabung dengan Konvensi Senjata Kimia.

Muallem mengatakan kepada wartawan melalui seorang penerjemah bahwa Suriah menyambut inisiatif ini, dan ia memuji Rusia yang “berusaha untuk mencegah agresi Amerika terhadap rakyat kami.” (BBC)