JK Sweeping Sound System

Foto: sayangi.com/Husain

Pati, Sayangi.com – Jauh sebelum jadi Ketua Dewan Mesjid Indonesia, M. Jusuf Kalla yang akrab disapa JK, sudah menjadi “aktivis” masjid yang tekun. Perannya sejak muda membantu mendiang ayahnya Hadji. Kalla, sebagai bendahara abadi Masjid Raya Makassar, membuatnya sejak belia sudah akrab dengan lingkungan masjid. Hingga akhirnya ditunjuk sebagai Penanggung Jawab pembangunan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar kemudian menjadi Ketua Yayasan.

Tidak heran ketika dipilih menjadi Ketua Dewan Mesjid, JK langsung nyambung dengan pekerjaan barunya itu. Gebrakan JK langsung dilancarkan, diantaranya menata sounda system masjid. Alasannya sederhana, lebih 50 persen masjid di Indonesia sound systemnya tidak nyaman di telinga. Karena itu jamaah tidak bisa mendengar khotbah seorang khatib dengan baik terutama pada hari Jumat. “Bagaimana ummat bisa memahami ajaran agama dengan baik, kalau pesan khotib tidak sampai?” kata JK.

Bahkan dalam nada berkelakar, JK mengatakan, “Lebih mungkin seorang supir angkot yang ugal ugalan membuat penumpangnya masuk surga, ketimbang seorang khatib yang khotbah di masjid yang sound sistemnya jelek. Sebab sopir yang mengemudi ugal-ugalan, membuat penumpang jadi Tuhan, karena dipaksa membaca istigfar berkali kali. Sedangkan khotib yang khotbah di masjid yang sound systemnya jelek, justru membuat jamaah ngantuk, ada juga yang sengaja batuk batuk, pertanda tak puas,” kata JK.

Karena itu salah satu kesibukan JK yang sejak dulu Ia lakoni, adalah setiap ke daerah dan mampir sholat di masjid, selalu JK manfaatkan untuk “sweeping” posisi sound system masjid, seperti kunjungan JK ke Kota Pati Jawa Tengah akhir pekan lalu, JK pun menyisakan waktu diskusi dengan pengurus masjid Raya Pati tentang tata letak laud speaker yang ternyata sangat berpengaruh apakah audionya tidak storing atau mendengung.

“Sebaiknya posisi loud speaker, diletakkan satu arah ke depan, seperti posisi speaker pada acara acara konser rock,” kata JK memberi kursus singkat. “Dan cara testnya tidak cukup dengan menyebut angka; Test 1-2-3 tetapi sebaiknya baca koran sambil pantau audionya,” kata JK sambil lesehan dengan sejumlah pengurus Masjid Raya Pati. Kualitas loud speaker masjid ini kata JK sangat bagus, sisa tata letaknya yang perlu diperbaiki.

Nanti kita akan perbaiki semua, dan DMI akan siapkan 100 unit mobil service yang bisa bekerja terpadu, memperbaiki tata letak sound system, melatih standar kebersihan di tiap masjid termasuk untuk perawatan perangkat elektronik masjid, seperti jaringan kabel, AC maupun kipas angin. “Sehingga masjid-masjid semakin terawat dan nyaman sebagai tempat ibadah dan aktivitas sosial kemasyarakatan,” ujar JK. (RH)