Jakarta Enggak Mikir, Enggak Mikir Mobil Murah

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai kebijakan Pemerintah Pusat menerapkan Low Cost Green Car (LCGC) alias mobil murah dinilai kurang tepat.

“Saya lebih setuju bila Pemerintah Pusat menerapkan fasilitas subsidi bus, karena dengan fasilitas itu bisa mengurangi kemacetan di Jakarta. Di Ibukota kan nggak ada subsidi minyak, jadi subsidi bus aja,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat dijumpai wartawan di Balaikota DKI, Selasa (17/9).

Pengadaan fasilitas bus gratis, menurut Ahok, merupakan salah satu program subsidi yang tepat dibandingkan mengeluarkan kebijakan mobil murah yang ternyata tetap memakai energi minyak. Semestinya, bagi Ahok, subsidi harga bensin dicabut kemudian dialokasikan ke bus gratis.

“Pengadaan bus gratis itu solusi jangka pendek yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemprov. Jika harga minyak murah, orang akan terus membeli kendaraan bermotor,” ujar Ahok. Pemprov DKI Jakarta, kata Ahok, sedang mempersiapkan 400 unit armada bus sedang yang akan beroperasi pada November mendatang. Pemprov juga akan menerapkan kebijakan pentarifan jalan hingga penetapan wilayah parkir dengan tarif berjenjang.

“Secara otomatis Jakarta itu pasti akan tambah macet. Kami akan atasi dengan bus gratis, sistem zonasi parkir dan kita juga ada ERP. Tarif parkir di pinggiran Jakarta akan kami buat murah agar warga mau memarkir kendaraannya dan naik angkutan umum saat masuk ke dalam kota Jakarta,” pungkas Ahok. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN