Untuk ke Sekian Kalinya, KPK Periksa Emir Moeis

Jakarta, Sayangi.com – Tersangka kasus dugaan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Tarahan, Emir Moeis, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperdalam kasus tersebut.

Emir yang tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.00 tidak memberikan keterangan apapun kepada awak media hanya mengkonfirmasi bahwa dirinya dalam keadaan baik.

“Alhamdulilah baik,” kata Emir, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/9/2013).

KPK menahan Emir Moeis yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka proyek pembangunan PLTU Tarahan, TA 2004. Emir diduga menerima suap senilai lebih dari USD300.000 atau Rp2,8 miliar dalam pembangunan proyek PLTU tersebut.

Dia diduga menerima hadiah atau janji dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR Periode 1999-2004 dan atau Periode 2004-2009 dari PT Alstom Indonesia.

Emir Moeis disebut melanggar Pasal 5 ayat 2, Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31/1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Untuk kepentingan penyidikan, Emir Moeis telah dicegah ke luar negeri selama enam bulan. (MI)

Berita Terkait

BAGIKAN