Sri Mulyani Paling Bertanggung Jawab Skandal Century

Foto: dpr.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Dirjen Pajak Kementrian Keuangan, Ahmad Fuad Rahmani, memastikan bahwa keputusan Bank Century berada dalam wewenang Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Pada saat itu, Sri Mulyani yang memimpin komite tersebut melakukan bail out, dan keputusan yang merugikan negara hingga 6,7 Triliun itu dianggap berdampak sistemik.

“Yang rapat dan mengambil keputusan itu KSSK,” ujar Ahmad Fuad Rahmani usai menjalani pemeriksaan oleh Tim Penyidik KPK, Jakarta, Selasa (17/9/2013).

Fuad juga menjelaskan dalam rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur BI, Menteri Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik sehingga dikeluarkanlah dana sebesar Rp 6,7 triliun.

“Iya semua, Gubernur BI (Boediono), Menteri Kementerian Keuangan, dan LPS,”jelasnya.

Sebelumnya diketahui Bank Indonesia menyampaikan surat kepada Menkeu tentang Penetapan Status Bank Gagal pada Bank Century dan menyatakan perlunya penanganan lebih lanjut. Selaku Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan, Sri Mulyani langsung menggelar rapat untuk membahas nasib Bank Century.

Dalam rapat tersebut, Bank Indonesia melalui data per 31 Oktober 2008 mengumumkan bahwa rasio kecukupan modal atau CAR Bank Century minus hingga 3,52 persen.

Oleh karenanya Sri Mulyani beserta Gubernur BI menyepakati dana awal Century sebesar Rp 632 miliar. Rapat tersebut juga membahas apakah akan timbul dampak sistemik jika Bank Century dilikuidasi. Mereka juga menyerahkan Bank Century kepada lembaga penjamin. Namun diketahui belakangan dana Century membengkak sebesar Rp 6,7 triliun. (MI)