Dirjen Pajak Jelaskan Kesaksiannya Terkait Kasus Century

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak), Ahmad Fuad Rahmany, mengatakan kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya memutar kembali rapat Bank Century pada 24 November 2008.

Fuad menjelaskan, dalam rapat tersebut dirinya hanya sebatas menjadi narasumber jadi tidak mengetahui apa-apa terkait keputusan anggaran yang dikeluarkan senilai 6.7 T untuk Bank Century.

“Aku menjadi narasumber, itu saja. Aku kemudian ditanya-tanya ini itu oleh tim Penyidik KPK,” Ujar Ahmad Fuad Rahmany.

Ketika para awak media mencoba konfirmasi terkait keputusan 6.7 T padahal saat itu Direktur Utama Bank Century, Robert Tantular, hanya meminta bantuan sebesar 1 T, Fuad enggan berkomentar masalah tersebut.

“Saya nggak ikut campur soal itu, denger, denger, saya hanya sebagai narasumber jadi jangan terlalu banyak tanya,” tuturnya.

Saat peristiwa pencairan dana talangan untuk Bank Century, Fuad menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Fuad, saat itu pernah dimintai keterangan soal kondisi Bank Century, namun Fuad menolak status Bank Century sebagai bank yang gagal dan berdampak sistemik.

Dalam kasus ini, KPK sudah memeriksa Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Mantan Ketua Tim Penilai Surat Berharga Bank Century Bambang Kusmianto, Mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan Raden Pardede, Mantan Direktur Eksekutif Audit Internal Bank Indonesia, Dyah Virgoana Gandhi dan mantan staf Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Galoeh Andita Widorini.

KPK telah menetapkan eks Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya sebagai tersangka. Sedangkan, eks Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan, Siti Fadjiah dinilai sebagai orang yang bertanggungjawab atas turunnya dana talangan ke Bank Century.

Keduanya diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek ke Bank Century pada tahun 2008 dan terkait penetapan Bank Century sebagai bank gagal. (VAL)