Siap-siap… Pembangunan MRT Akan Buat Jakarta Makin Macet

Foto: Jakarta.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, meminta maaf kepada masyarakat Jakarta atas kemacetan yang diperkirakan terjadi saat pembangunan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) berlangsung. Pasalnya, pembangunan MRT yang akan dimulai pada Oktober mendatang diperkirakan akan menimbulkan kemacetan di sejumlah titik di Jakarta.

“Kemacetan pasti enggak bisa dihindari. Karenanya, saya mewakili segenap jajaran terkait dan secara pribadi memohon maaf kepada masyarakat Jakarta. Ini sifatnya cuma sementara,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, saat dihubungi Sayangi.com, Selasa (17/9).

Pembangunan MRT, kata Dono, akan dilakukan secara bertahap untuk meminimalisir kemacetan. Namun, tidak semua titik dikerjakan secara bersamaan, tapi ada tahapan-tahapannya. Menurutnya, sebelum dikerjakan, pihaknya akan mensosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat.

“Untuk meminimalisir kemacetan nanti, kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait, yaitu dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar melakukan sosialisasi dan memasang rambu-rambu lalu lintas saat proyek itu dibangun, dan juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas selama pembangunan,” ujar Dono.

Pengerjaan proyek MRT tersebut, kata Dono, dibagi menjadi delapan paket konstruksi sipil, yaitu tiga konstruksi sipil bawah tanah (underground), yaitu Jalan Sisimangaraja hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI), tiga konstruksi sipil layang, yaitu Lebak Bulus hingga Al Azhar, dan dua paket pengadaan sistem dan rolling stock.

“Dari delapan paket itu, enam paket sudah dilakukan lelang tender, yaitu tiga paket bawah tanah dan tiga paket MRT layang. Konstruksi sipil MRT bawah tanah dikerjakan terlebih dahulu pada bulan Oktober 2013 mendatang, karena waktu pembangunan lebih lama dibandingkan dengan konstruksi layang,” papar Dono.

Sebagaimana diketahui, pembangunan awal MRT rencananya dilaksanakan di Dukuh Atas pada medio Oktober 2013 mendatang. Moda transportasi massal berbasis rel ini akan dilengkapi dengan 13 stasiun yang terdiri dari enam underground dan enam elevated, dengan rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Sementara depo MRT yang akan dibangun, di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Total panjang mega proyek senilai triliunan rupiah ini sepanjang 16 kilometer. (MI)