Sepatu Pertama Evan Dimas Dibeli dari Hasil Jual Sayur

Foto: girlwiththosefootballthings.tumblr

Jakarta, Sayangi.com – Mencetak lima gol dari empat pertandingan internasional jelas bukan perkara gampang. Tapi itulah yang dilakukan Evan Dimas, kapten kesebelasan tim Garuda Muda alias Timnas Indonesia U-19 yang tengah berlaga di Piala AFF U-19 di Sidoarjo, Jawa Timur.   

Sosok Evan yang enerjik belakangan ramai jadi bahan pembicaraan di kalangan pecinta sepakbola nasional. Di turnamen Piala AFF, Evan masing-masing mencetak satu gol ke gawang Myanmar dan Vietnam, disusul hattrick ke gawang Thailand. Setelah hattrick itu, Evan langsung digadang-gadang sebagai gelandang serang Timnas Senior masa depan. Teknik sudah cukup mumpuni, tinggal diasah lewat jam terbang.   

Evan – nama lengkapnya Evan Dimas Darmono – lahir di Surabaya pada 13 Maret 1995, dari pasangan Condro Permono dan Ana, sebelumnya anggota tim PON Jawa Timur. Sedangkan sebelumnya, di Timnas U-17 ia mengantarkan Garuda Muda menjuarai HKFA International Youth Invitation Tournamen di Hongkong (2012).

Tak kalah menghebohkan, pada 2012 juga, Evan menjadi satu dari 100 anak yang beruntung bisa dilatih langsung oleh eks pelatih Barcelona, Pep Guardiola. Evan terpilih dalam ajang pencarian bakat “The Chance”. Di ajang tersebut, 16 diantara 100 pemain muda terpilih diikutkan dalam tur bersama pemain-pemain muda dari sejumlah klub besar Eropa, semisal Manchester United dan Juventus.

Kini, setelah hattrick ke gawang Thailand, rasanya tak ada penggila sepakbola Indonesia yang tak mengenal anak muda yang mulai bermain sepakbola sejak kelas 4 Sekolah Dasar itu.

Padahal, sebelum setenar sekarang, Evan yang lahir dari keluarga sangat sederhana – jika tak ingin dibilang pas-pasan – bahkan sempat kesulitan membeli sepatu bola. Evan minta dibelikan sepatu bola, karena ingin masuk sebuah klub sepakbola. Tapi ibunya yang hanya ibu rumah tangga biasa dan ayahnya yang penjual sayur keliling (sebelum mendapat pekerjaan sebagai satpam) tak punya cukup simpanan uang.

Untuk menyenangkan Evan, sang ibu pun mengobrak-abrik pasar dekat rumah mereka, untuk mencari sepatu murah. Ia akhirnya berhasil mendapatkan sepatu seharga hanya Rp 20 ribu. Tapi siapa sangka, justru “sepatu murahan” itulah yang menjadi awal cerita Evan mengharumkan nama Indonesia. (MSR)