Tjahjo: Lembaga Terkorup Sebenarnya Adalah Birokrasi

Foto: sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi I DPR RI, Tjahjo Kumolo mengaku tidak sepakat jika korupsi DPR secara institusi berada pada rangking atau urutan nomor dua. Tjahjo membandingkan jumlah anggota DPR diduga atau sudah divonis terlibat korupsi dengan pejabat lain, semisal Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pihak swasta.

Oleh karena itu, dia minta KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi agar melakukan evaluasi terkait penempatan DPR yang berada di urutan nomor dua tersebut.

“Saya kira apapun statement KPK, DPR harus mengevaluasi. DPR harus membuka secara jernih berapa dalam 1 tahun oknum DPR yang terlibat, yang sudah mendapatkan putusan baik itu tersangka ataukah vonis tetap oleh KPK. Kemudian buka lagi berapa jumlah oknum PNS, berapa jumlah oknum swasta, karena kalau jumlah oknum DPR sendiri tidak mungkin,” kata Tjahjo di komplek Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2013).

Dengan demikian, Tjahjo yang juga politisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuagan (FPDIP) ini mengaku tidak sepakat jika DPR dianggap sebagai lembaga terkorup. Sebab, ketika ada oknum DPR yang diduga terlibat korupsi, maka pasti ada pihak kedua atau pihak ketiga.

“Jadi kami kurang sependapat kalau DPR ini lembaga terkorup. Kalau saya secara pribadi menganggap reformasi birokrasi itu gagal, karena tingkat tertinggi korupsi tertinggi itu dari birokrasi. Jadi harus diakui,” katanya.