Pony, Orang Utan Yang Dijadikan Pelacur

Foto: orangutan.go.id

Kalimantan, Sayangi.com – Apa yang membedakan antara manusia dengan binatang? Dari sisi hasrat biologis kedua jenis makhluk Tuhan ini sama, namun manusia diberi kelebihan dengan akal yang membuatnya lebih sempurna dan bermoral dibanding hewan. Barangkali, kesamaan biologis inilah yang membuat beberapa di antara manusia memiliki kesamaan selera dengan hewan. Demikian juga ikhwal selera seksual. Dalam istilah psikologi manusia yang memiliki kelainan semacam ini disebut zoophilia, manusia pencinta (hingga selera seksnya) terhadap hewan.

Berikut adalah kisah lama yang entah mengapa terkuak kembali akhir-akhir ini. Namun siapa saja yang membaca kisahnya, sudah dipastikan akan mengernyitkan dahi.

Adalah Pony, nama seekor orang utan betina di Kalimantan yang dijadikan pelacur di lokalisasi Kerengpangi. Bagi manusia normal tentu akan merasa sangat menjijikan  jika ada para laki-laki hidung belang pencari kenikmatan yang ingin merasakan sensasi berhubungan dengan binatang. 

Oleh sang pemilik yang juga gundik, Pony diajarkan bertingkah laku layaknya manusia, bahkan lebih dahsyatnya lagi bahasa tubuh Pony seolah seperti selayaknya seorang pelacur yang sedang menjajakan dirinya kepada para tamu yang datang. Seluruh bulu Pony dicukur dan tubuhnya diikat diatas kasur yang pada akhirnya membuat tubuh Pony tidak berdaya dan kulitnya menjadi merah.

Sang gundik mengakui bahwa Pony merupakan bintang di rumah bordilnya. Meskipun banyak para pelacur yang juga terdapat di sana, namun tidak sedikit tamu yang mencari Pony untuk diajak indehoi. Sejak kehadiran Pony, pendapatan sang gundik mengalami peningkatan berlipat kali.

Itulah sebabnya butuh tahunan bagi para aktivis peduli hewan untuk mencoba mengeluarkan Pony dari tempat tersebut.

Polisi hutan dan aparat lokal yang dibantu warga tidak mau menyerahkan Pony pada Organisasi Penyelamatan Orang Utan Borneo. Bukannya membantu mereka malahan menghadang dengan berbagai senjata. Sementara si gundik sendiri sangat histeris di saat proses evakuasi Pony dilakukan.

Memang rasanya dunia ini sudah semakin gila saja, di mana kita sebagai manusia mengutuk prostitusi terhadap manusia. Ini bahkan lebih dahsyat lagi, prostitusi terhadap binatang. Sangat mengenaskan bukan? (VAL)