Indra J Piliang: Politik Uang Sudah Ada Sejak Masa Lalu

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Politisi Golkar, Indra J Piliang, menyatakan sistem politik saat ini tidak jauh berbeda dengan  sebelumnya yang mayoritas modus politiknya adalah uang.

“Pemilu 1999 juga dilakukan dalam bentuk pembagian uang secara langsung pada massa kampanye, rapat akbar atau deklarasi partai politik, kegiatan sosial dan pembagian sembako, pembangunan infrastruktur, kegiatan keagamaan, pemberian hadiah, dan lain-lain,” kata Indta J. Piliang pada acara Serial Diskusi Politik PB HMI dengan tema “Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia Antara Problematika dan Harapan” di gedung PB HMI Jl. Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).

Sebagai narasumber dalam diskusi tersebut adalah: Prof. Dr. R Siti Zuhro MA (Peneliti Senior LIPI), Bursah Zarnubi (Ketua Umum PGK), dan Muh. Arief Rosyid Hasan (Ketua Umum PB HMI), pada Selasa

Praktik indirect vote buying yang sulit dimonitor sesungguhnya jauh lebih luas dan besar nilainya. Biasanya digunakan untuk mencari dukungan para tokoh masyarakat dan pemuka agama yang punya pengaruh menggiring pemilih dan berlangsung tertutup.

Namun, kata Indra, meski pun demikian jangan sampai kekuasan kembali seperti masa lalu -pada masa pemerintahan Soeharto.

“Maka dari itu, usaha-usaha kita dari dulu adalah bagaimana memindahkan kekuasaan ke Legislatif. Dan itu terbukti, hampir semua kewenangan pemerintah, termasuk KPK, Presiden, dan sebagainya harus disetujui oleh DPR,” tutur Indra.

DPR, lanjut Indra, sebagai agresi kepentingan, yaitu menyalurkan segala hasrat dan aspirasi serta pendapat masyarakat kepada pemegang kekuasaan yang berwenang agar tuntutan atau dukungan menjadi perhatian dan menjadi bagian dari keputusan politik.

“Hal itu dilakukan untuk menyeleksi kepemimpinan dengan menyelenggarakan pemilihan pemimpin atau calon pemimpin bagi masyarakat. Sebagai komunikasi politik dengan menghubungkan pikiran politik yang hidup dalam masyarakat, baik pikiran intra golongan, institusi, asosiasi, ataupun sektor kehidupan politik masyarakat dengan sektor pemerintahan,” jelas Indra.

Demokrasi, kata Indra, adalah sesuatu yang menarik untuk dikaji lebih lanjut dan sejauh mana pengaruh politik bagi pertumbuhan negara dan bangsa ini. Perkembangan politik semakin terbuka lebar. (Yan Zavin).