Pengungsi Gunung Sinabung Perlu Bantuan Masker Pengaman

Foto: Antara

Kabanjahe, Sumut, Sayangi.com – Pengungsi letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera utara, yang berada di lokasi penampungan, memerlukan bantuan masker pengaman penutup mulut untuk mencegah debu vulkanik.

“Para pengungsi tersebut, banyak yang kelihatan tidak memakai masker dan hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan warga,” kata Koordinator Humas Posko Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung, Jhonson Tarigan menjawab Antara di Kabanjahe, Selasa.

Penggunaan masker pengaman yang terbuat dari kain, menurut dia, penting sekali bagi pengungsi, masyarakat, pelajar, petugas Posko Pengamananl, karena debu letusan Gunung Sinabung masih terus terjadi.

“Masker tersebut digunakan untuk menghindari batuk, iritasi mata, gatal-gatal dan penyakit berbahaya lainnya,” ujar Jhonson.

Apalagi, jelasnya, letusan Gunung Sinabung yang terjadi pada Selasa, (17/9) sekitar pukul 12.13 WIB, dan debu vulkanik bercampur asap tebal mencapai setinggi lima kilometer.

“Debu vulkanik bercampur belerang itu, bila terhirup bagi masyarakat bisa tiba-tiba saja badan menjadi lemas, mata pedih, sakit kepala, mengganggu jarak pandang bagi pengendara mobil dan sepeda motor,” kata Kabid Humas Dinas Kominfo Kabupaten Karo.

Sebelumnya, letusan pertama yang terjadi di Gunung Sinabung, Minggu (16/9) sekitar pukul 02.51 WIB, dan tidak ada korban jiwa dan luka-luka pada peristiwa tersebut.

Bahkan, ribuan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah penampungan di Kabanjahe, Ibukota Kabupaten Karo.

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah meningkatkan statusnya dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak pukul 03.00 WIB.

PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas di radius 3 km dari kawah Gunung Sinabung.

Sinabung adalah gunung tertinggi di Sumatera Utara, dengan ketinggian sekitar 2.600 meter dan Gunung Sibayak puncak tertinggi kedua dengan ketinggian 2.040 meter.

Kedua gunung tersebut adalah gunung berapi aktif dan kedua-duanya gunung berapi aktif yang masih tersisa di Sumatera Utara. Gunung Sinabung terletak di Kecamatan Simpang Empat, sedangkan Gunung Sibayak terletak di Kecamatan Berastagi.

Pada tanggal 3 September 2010, terjadi dua letusan Gunung Sinabung. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 04.45 WIB sedangkan letusan kedua terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. (ANT)