Pramono Edhie Wibowo: Jokowi Hebat, Tapi Jalan Masih Panjang

Foto : Sayangi.com/Opak

Jenderal (purn) Pramono Edhie Wibowo berjanji akan memperjuangkan kemandirian pangan dan energi jika terpilih menjadi Presiden Indonesia periode mendatang. “Itu tidak mudah, tapi harus diperjuangkan,” ujarnya, dalam wawancara dengan Sayangi.com, Selasa (17/9) malam.

Berkemeja batik biru lengan pendek, Pramono yang didampingi tiga orang tim suksesnya, menjawab dengan ramah berbagai pertanyaan seputar keikutsertaannya dalam Konvensi Partai Demokrat. Termasuk pertanyaan tentang posisinya sebagai keluarga Cikeas, juga tentang popularitas Jokowi yang semakin meningkat. Berikut petikannya.

Dari 11 peserta konvensi Partai Demokrat, kelihatannya Anda yang paling favorit?

Terima kasih. Tapi, kata siapa itu? Konvensi ini kan baru dimulai.

Banyak sekali pengurus Partai Demokrat yang menyatakan siap menjadi tim pemenangan Anda?

Begini. Semua jajaran Partai Demokrat harus memberikan dukungan yang sama kepada 11 peserta Konvensi. Tidak boleh dibeda-bedakan, tidak boleh ada anak emas atau apa istilah lainnya. Itu amanat dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Mungkin kebetulan saja, sebagai anggota dewan pembina, saya termasuk salah satu dari empat peserta konvensi yang berasal dari internal Partai Demokrat. Jadi lebih mudah untuk berkomunikasi dengan jajaran partai.

Sudah membentuk tim sukses?

Sudah. Sekretariat untuk posko juga sudah ada, tapi sekarang masih dirapihkan. Ditata. Nanti kalau sudah rapih saya beri tahu, sehingga kalau mau datang bisa enak ngobrol-ngobrol. Kalau masih berantakan lalu datang tamu, kan gak enak. Nanti dikira tidak mau keluar modal, hahaha.

Pasti banyak dong dana yang disiapkan untuk ikut konvensi ini?

Tidak banyak. Saya keliling daerah tidak pernah membawa tim besar. Paling-paling tiga orang ini. Naik pesawat juga duduk di kelas ekonomi, pilih yang tiketnya murah seperti Lion. Di daerah saya benar-benar memanfaatkan jaringan partai. Diundang calon kepala daerah yang didukung Partai Demokrat. Atau jalan bareng sambil membina caleg-caleg Partai Demokrat di daerah. Jadi bukan membuat kegiatan seperti mengumpulkan ribuan orang di lapangan lengkap dengan akomodasi dan kaosnya. Saya tidak lakukan itu, karena pasti mahal biayanya.

Sudah berapa daerah yang dikunjungi?

Sudah sepuluh daerah. Senin kemarin di Kalimantan Timur. Minggu ini ke Jawa tengah. Minggu depannya ke beberapa daerah di Indonesia bagian timur.

Mengacu ke hasil survey yang dirilis beberapa lembaga, popularitas dan elektabilitas Anda masih tertinggal dari calon presiden yang lain. Yakin bisa menyusul dalam sisa waktu yang ada?

Kata orang saya terlambat start. Tapi tidak apa-apa, terus saja bekerja, keliling memperkenalkan diri dan menyampaikan gagasan tentang apa yang harus diperjuangkan oleh bangsa ini ke depan.

Hampir semua survey menyebut Jokowi sebagai kandidat capres 2014 paling kuat?

Pak Jokowi hebat. Tapi sekali lagi saya katakan, jalan masih panjang. Sebagai manusia beragama, kita hanya dapat berusaha. Hasilnya kita berserah diri kepada yang di atas, Allah SWT. Siapapun yang nanti terpilih menjadi Presiden Indonesia ke depan, pesan saya cuma satu: sayangilah negeri ini.

Gagasan apa yang akan Anda perjuangkan sebagai calon Presiden 2014-2019?

Dalam acara penyampaian visi-misi saat perkenalan peserta Konvensi Partai Demokrat, saya menyampaikan bahwa bangsa Indonesia ke depan harus lebih mandiri, adil, dan sejahtera. Ada banyak hal yang harus kita benahi untuk mewujudkan tiga isu pokok itu. Mencakup bidang politik, ekonomi, dan hukum menjadi panglimanya. Konsep detailnya nanti akan saya sampaikan.

Banyak orang menilai demokrasi kita saat ini terlalu liberal, agak kebablasan. Juga cenderung menguntungkan sekelompok orang. Pandangan Anda?

Saya banyak diskusi dengan tim dan berbagai kalangan. Memang ada kerisauan terhadap demokrasi kita yang terlalu liberal, karena desainnya meniru mentah-mentah demokrasi ala Barat. Pendapat saya, demokrasi Indonesia harus disesuaikan dengan budaya kita. Musyawarah dan gotong royong. Untuk menata kembali demokrasi kita, harus ada diskusi intensif dengan semua stakeholder bangsa ini, terutama elite parpol. Saya setuju, kita harus menjaga agar bangsa ini tidak terperosok menjadi terlalu liberal.

Soal tema kemandirian bangsa yang menjadi program Anda nanti, lebih jelasnya bagaimana?

Sebelum memutuskan untuk terjun ke politik, saya pernah bercita-cita setelah pensiun dari tentara mau jadi petani saja. Karena sebagai bekas tentara saya menganggap bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan petani. Kenapa saya mau jadi petani? Karena saya heran, kok kita ini masih saja mengimpor beras, kedelai, dan berbagai kebutuhan pangan yang lain. Padahal Indonesia ini negara agraris. Ke depan kita harus punya kemandirian di bidang pangan, dengan memperbaiki sektor produksinya. Kalau semua serba impor, kita akan jadi tergantung ke negara lain dan tidak mandiri. Demikian juga untuk sektor energi. Kita harus lebih mengembangkan alternatif energi, seperti energi tenaga surya, panas bumi dan bahan bakar nabati. Jadi saya garis bawahi pentingnya kemandirian pangan dan energi.

Pemerintahan SBY, dan sebelumnya, juga sudah mengkampanyekan program kemandirian di bidang pangan dan energi. Tapi tidak berhasil?

Kemandirian pangan dan energi itu memang tidak mudah. Tapi harus diperjuangkan. Mungkin belum terwujud sepenuhnya dalam lima tahun, tapi pondasinya sudah harus dibangun kokoh dalam kurun waktu itu. Semua pejabat negara harus mendukung itu. Saya prihatin kalau ada pejabat yang lebih senang mengimpor daripada memproduksi sendiri di dalam negeri.

Ngomong-ngomong, sebelum memutuskan ikut konvensi Partai Demokrat ini, apakah ada pembicaraan khusus dengan Pak SBY?

Terus terang ada. Bagaimanapun, beliau adalah kakak ipar saya. Waktu elektabilitas Partai Demokrat merosot sampai 8%, bahkan ada yang menyebut di bawah itu, saya diajak dialog. Saya jadi bersimpati, karena saya tau niat beliau dulu mendirikan Partai Demokrat adalah mulia, ingin mendirikan partai yang mewadahi kebenaran dan menjunjung tinggi kesantunan. Maka saya menyatakan siap menjadi anggota dewan pembina setelah pensiun dari KASAD, dan ikut menjadi peserta konvensi untuk menjaring calon presiden dari Partai Demokrat.

Banyak orang curiga, SBY sebagai ketua majelis tinggi Partai Demokrat akan memihak Anda dalam proses konvensi?

Bagaimana caranya? Ada tim penilai yang independen, kredibel, dan mayoritas berasal dari luar Partai Demokrat. Kemudian juga ada survey dari tiga lembaga yang kredibel. Jadi pada akhirnya, suara rakyat yang akan lebih menentukan.