Untuk Penghijauan Ibukota, Jokowi Hentikan Pembangunan Mal

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Anggota DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman (Fraksi Partai Demokrat), menyarankan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat payung hukum terkait penghentian sementara pembangunan mal di Jakarta.

“Bila memang benar-benar hendak menjalankan pembatasan dan moratorium pembangunan mal, maka alangkah baiknya membuat payung hukum yang diformalkan dalam bentuk Pergub,” kata anggota DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman, saat dihubungi Sayangi.com, Rabu (18/9).

Taufiq mengakui bahwa payung hukum tanpa komitmen juga tidak akan berguna. “Tapi kalau tidak diformalkan dalam bentuk Pergub, ya silahkan. Tapi harus konsisten,” ujar Taufiq.

Menurutnya, untuk bisa terus menjalankan kebijakan itu Jokowi juga butuh dukungan rakyat. Tetapi Pengusaha juga harus sadar kondisi Jakarta sudah tak memungkinkan untuk dibangun mal. Pengusaha tak boleh egois mencari keuntungan semata.

Diketahui penghentian sementara untuk pembangunan mal tersebut mulai dijalankan oleh Gubernur DKI, Joko Widodo. Pasalnya, ruang terbuka hijau di Jakarta selama ini tergerus deretan mal yang terus dibangun orang-orang yang hanya tahu mencari keuntungan tanpa memikirkan keadaan kota yang semakin sempit dan semrawut.

Jokowi sendiri mengaku ada 14 proposal pembangunan mal yang dibiarkannya tergeletak di meja kerjanya. Dia beralasan, saat ini sudah ada 173 mal di Jakarta. “Paling banyak sedunia. Sekarang sudah saya stop pembangunan mal,” kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, saat dijumpai wartawan di Balaikota DKI, Selasa (17/9). (SLS)