Mantan Rektor UI Jalani Pemeriksaan KPK

Foto: ui.ac.id

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Rektor UI, Gumilar Rusliwa Somantri, menjalani pemeriksaan perdana sebagai saksi untuk Tafsir Nurhamid (TN) dalam kasus korupsi pengadaan instalasi IT di perpustakaan UI.

“Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka TN,” ujar Kabag pemberitaan dan informasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (18/9/2013).

Gumilar yang tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.45 WIB menjelaskan bahwa dirinya menyerahkan semuanya kepada proses hukum terkait kasus yang menimpa salah satu kampus ternama di Indonesia.

“Kita tunggu KPK secara profesional. Kita harapkan bisa selesai, hukum bisa ditegakkan,” ujar Gumilar.

Selain itu gumilar juga berharap dalam pelaksanaan tender dalam proyek tersebut dapat diungkap letak kesalahannya, sehingga UI bisa menjalankan tugasnya sebagai Civitas Academy.

“Ini yang kita tunggu, jadi siapa yang salah bisa kita ketahui,” tambahnya.

Untuk diketahui, PT Makara Mas dibentuk pada 2008 yang bertujuan untuk menyatukan aktivitas bisnis yang dilakukan fakultas-fakultas di UI berdasarkan hasil penelitian dan memasarkan penelitian tersebut untuk kebutuhan komersial.

Awalnya perusahaan tersebut digunakan membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di UI. Namun karena SPBU tidak dibolehkan didirikan di kampus, PT Makara Mas beralih menjadi perusahaan induk aktivitas jasa seperti menyediakan perangkat lunak payment gateway untuk perusahaan PT Arta Jasa dan menawarkan komputer dengan harga terjangkau untuk dosen dan staf serta peralatan kantor.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Administrasi Umum Universitas Indonesia, Tafsir Nurchamid, sebagai tersangka kasus proyek pembangunan dan instalasi teknologi informasi Perpustakaan UI Tahun Anggaran 2010-2011.

Tafsir diketahui pernah menjabat wakil dekan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI pada 2003-2007. Saat itu, dekan dijabat Gumilar R Soemantri. Tafsir saat ini menjabat dosen di Jurusan Administrasi FISIP UI, dia memperoleh gelar doktor dan master di Bidang Administrasi Pajak dari Pascasarjana UI setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi UI.

Terkait penyelidikan proyek teknologi informasi perpustakaan ini, KPK pernah meminta keterangan Demisioner Rektor UI Gumilar R Soemantri. Tafsir disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dia diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang secara bersama-sama yang merugikan keuangan negara, ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. KPK menemukan dugaan penggelembungan harga dari proyek pengadaan senilai Rp21 miliar tersebut. KPK memastikan pengusutan kasus ini tidak berhenti pada penetapan tafsir sebagai tersangka. (MI)

Berita Terkait

BAGIKAN