Kenapa Bos-bos Media Selalu di Bawah Bayang-bayang Jokowi?

Foto: sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi terus mengungguli konglomerat media yang ingin menjadi Calon Presiden atau wakil presiden. Misalnya seperti pemilik Viva Group Aburizal Bakrie yang diusung Partai Golkar, pemlik Media Group Surya Paloh yang diusung Partai NasDem, dan bos MNC Group Harry Tanoe Soedibjo yang menjadi Cawapres Wiranto diusung Partai Hanura.

Tiga politisi yang sekaligus pengusaha ini akan bertarung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, namun elektabilitas mereka masih jauh di bawah Jokowi. Setidaknya tiga lembaga survei yang menemukan data tersebut, yaitu Pusat Data Bersatu pada Juni lalu, Indonesia Research Center (Juli) dan Lembaga Klimatologi Politik (Agustus) yang masih menempatkan Jokowi di peringkat teratas. Sementara Aburizal Bakrie hanya mencapai 7,3 persen dan Surya Paloh 2,4 persen. Bahkan Lembaga Klimatologi Politik, Indonesia Research Center (Juli) mengungkap elektabilitas Aburizal Bakrie 3,3 persen.

Direktur The Seven Strategic Studies, Mulyana Wirakusumah mengatakan, ada beberapa faktor yang menentukan kenapa elektabilitas konglomerat media tersebut berada di bawah Jokowi. Padahal, Jokowi yang juga mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah itu belum memiliki prestasi.

“Beberapa faktor yang menentukan antara lain Jokowi dipilih oleh responden lintas parpol. Konstituen parpol non-PDIP dalam survei juga memilih Jokowi, bukan ketua umum parpolnya,” kata Mulyana saat dihubungi Sayangi.com, Rabu (18/9/2013).

Selain dipilih responden lintas parpol, menurut Mulyana, responden cenderung memilih Jokowi sebagai Capres yang lebih membawa harapan politik ke depan yang lebih baik. Hal ini dibanding dengan bos media  ketua umum parpol  yang merupakan tokoh politik lama. Kemudian, subyektivitas penilaian responden  atas citra dan rekam jejak bos media Ketum Parpol yang tidak berhasil membangun kepercayaan politik (political trust).

“Kekurangberhasilan bos media Ketum parpol dalam memperluas pemberitaan di media lain di luar miliknya,” katanya.