Setelah 10 Tahun, Orang Utan Si Pelacur Ini “Hidup Kembali”

Foto: orangutan.or.id

Borneo, Sayangi.com – Masih ingat nasib tragis Pony si orang utan yang kisah hidupnya membuat kita merinding? Orang utan yang kala itu baru saja berumur enam tahun dipaksa dan dilatih untuk menjadi pelacur layaknya seorang manusia.
    
Sama seperti pelacur pada umumnya, Pony melayani nafsu bejat para lelaki hidung belang yang punya kelainan untuk mau meniduri binatang atau dengan kata lain zoophilia. Kini setelah 10 tahun terbebas dari tempat lokalisasinya dimana ia dipaksa untuk menjadi pelacur 2003 silam, Pony sudah dapat kembali ke alam bebas dan hidup mandiri dengan instingnya layaknya orang utan sama seperti sekumpulan orang utan liar yang lainnya. Tepatnya tanggap 29 Juni 2013 lalu Pony dan 7 orang utan betina lainnya dipindahkan dari pusat rehabilitasi orang utan di Nyaru Menteng ke Pulau Kaja.
    
Kini keterampilan Pony dan cara bertahan hidupnya sudah kembali normal dan jauh berkembang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Butuh waktu 10 tahun untuk dapat membuat Pony menjadi normal kembali. Pony sudah mampu membuat sarang dan menunjukkan prilaku layaknya orang utan liar. Bahkan orang utan betina dengan berat 72,1 kg ini berprilaku sangat dominan dibandingkan dengan teman-temannya.
    
Namun itu semua dapat terwujud berkat kerja keras dari The Borneo Orang Utan Survival Foundation atau yang dikenal tim BOS yang akhirnya dapat membuat Pony “hidup kembali”.

Seperti diketahui, setelah terbebas dari tempat lokalisasi, Pony dibawa ke pusat rehabilitasi di Nyaru Menteng. Saat pertama kali datang, kondisi Pony sangat menyedihkan dan buruk. Dengan seluruh rambut yang habis dicukur dan tubuh yang dipenuhi bekas gigitan nyamuk, juga infeksi pada tubuhnya akibat garukan pada tubuhnya. Saat itu Pony mengalami proses yang panjang untuk dapat mengembalikanya menjadi orang utan sesungguhnya. Ia mengikuti pembelajaran melalui sekolah hutan dan juga ditempatkan didalam kandang bersama orang utan betina lainnya untuk melatihnya bersosialisasi dengan sesamanya.
    
Pada 2005, Pony sempat ditempatkan disebuah pulau pra pelepasliaran di Pulau Bengamat. Cara itu diharapkan dapat menempa dan membuat Pony untuk menjadi lebih mandiri. Namun sayang, ternyata Pony masih belum siap dengan hal tersebut. Saat itu Pony yang tidak terbiasa dengan pepohonan hanya menghabiskan waktunya berbaring di tanah saja. Lalu ketika lapar pun, insting kehewan Pony tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dia hanya menunggu para teknisi untuk memberinya makanan. Selain itu daya jelajahnya juga masih sangat terbatas. Dengan melihat kondisi Pony yang masih belum mengalami kemajuan akhirnya dengan terpaksa Pony dikembalikan ke pusat rehabilitasi untuk menerima berbagai pelatihan kembali pada bulan Juli 2010.
    
Namun akhirnya pada usianya yang ke 17 tahun, kini Pony mendapatkan kesempatan kedua kalinya untuk dapat tinggal di Pulau. Lalu pada 29 Juni 2013, Pony bersama tujuh orang utan betina lainnya di pindahkan dari Nyaru Menteng ke pulau Kaja.
    
Sangat panjang memang kisah perjalanan hidup Pony, sampai pada akhirnya ia dapat “kembali hidup” layaknya orang utan liar lainnya. Sungguh mengharukan bukan?? Kisah Pony orang utan yang dijadikan pelacur ini kembali menyedot perhatian setelah diposting ulang. Kisah tragis Pony ini mendapat kecaman dimana-mana, terutama dari kelompok pecinta binatang baik di Indonesia maupun di luar negeri. Semoga ini menjadi pembelajaran agar kita dapat memperlakukan binatang dengan layak. (MI)