Jadi Fans Club Ical, Golkar Dianggap Kehilangan Marwah

Foto: sayangi.com/istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tetap ngotot untuk menjadi Calon Presiden (Capres). Padahal, elektabilitas Ical – sapaan akrab Aburizal Bakrie, kalah jauh dibandingkan dengan Capres Prabowo Subianto yang diusung Partai Gerindra. Selain kalah sama Prabowo, elektabilitas juga jauh di bawah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi.

Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya menyarankan, jika Golkar ingin menjadi partai pemenang pada pesta demokrasi nasional lima tahunan yang akan datang, maka Golkar harus bersikap realistis dalam mengusung Capresnya.

“Golkar harus bersikap realistis untuk mencoba membuka kembali daftar nama siapa yang lebih pantas dan memiliki elektabilitas tinggi selain Ical,” kata Yunarto kepada Sayangi.com, Rabu (18/9/2013).

Selain itu, dikatakan Yunarto, Golkar saat ini sudah kehilangan marwahnya sebagai partai kader yang solid secara manajemen dan organisatoris. Pasalnya partai berlambang pohon beringin itu terlalu digerogoti ambisi orang-orang Ical untuk menjadikan Ical sebagai capres tunggal.

“Saya melihat kali ini Golkar menjadi fans club layaknya Partai Demokrat, Gerindra, dan PDI perjuangan. Itu harus kita akui,” katanya.

Yunarto juga mengatakan, faksionalisasi di internal Partai Golkar dalam mendukung capresnya bukan hanya menimpa Ical. Pada Pemilu 2004 silam saat Wiranto memenangkan konvensi, faksionalisasi tersebut sudah ada. Bahkan saat Jusuf Kalla manjadi peserta Pilpres, ada faksi yang terang-terangan mendukung pasangan SBY-Boediono. Karena faksionalisasi itulah, Golkar tidak pernah mengantarkan jagoannya menduduki kursi RI-1.

“Ini masalah klasik yang ada pada partai yang sudah mapan. Terlalu banyak orang pintar, faksi, dan kepentingan, sehingga soliditas itu sangat sulit dilakukan. Ical menghadapi situasi yang sama seperti yang dialami Wiranto dan JK,” katanya. (MI)