Pemprov DKI Perketat Penjualan Miras

Foto: Pemprov DKI

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memperketat penjualan minuman keras, terutama di supermarket atau minimarket yang tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota.

“Kami ingin memperketat penjualan minuman keras di supermarket atau minimarket yang ada di sekitar wilayah perumahan. Kami ingin mengendalikan penjualannya supaya tidak jatuh ke anak di bawah umur,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut Basuki, dalam upaya mengendalikan penjualan minuman keras di Ibu Kota, Pemprov DKI akan menerapkan pembatasan umur pembeli miras, yaitu di atas 21 tahun.

Selain itu, sambung Basuki, Pemprov DKI juga akan mencontoh pengalaman negara-negara di Eropa yang sudah terbukti mampu mengendalikan jual beli minuman keras.

“Kalau kita liat di negara-negara Eropa, pemerintahnya melarang penjualan minuman keras secara bebas. Jadi, minuman keras itu hanya boleh diperjualbelikan di sejumlah wilayah tertentu. Mungkin ini bisa kita contoh,” ujar Basuki.

Oleh karena itu, Basuki mengaku bahwa pihaknya akan memerintahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI untuk melakukan pengawasan terhadap supermarket atau minimarket yang sudah menjual miras.

“Disparbud DKI nanti akan mengirimkan surat kepada para pemilik minimarket yang terletak di sekitar wilayah permukiman warga untuk membantu mengawasi para pembeli minuman keras,” tutur Basuki.

Basuki mengatakan bahwa siapa saja yang membeli minuman keras di supermarket atau minimarket harus menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Bagi yang masih berusia di bawah 21 tahun dilarang membeli minuman tersebut. (ANT)