Ditolak Desmon dan Yani, Ruhut Serang Balik

Foto: sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Tiga Anggota Komisi III DPR RI, seperti Ahmad Yani dari Fraksi PPP, Syarifudin Suding dari Fraksi Hanura, dan Desmon Mahesa dari Fraksi Gerindra tetap bersikukuh menolak Ruhut Sitompul menjadi Ketua Komisi yang membidangi hukum dan HAM itu.

Desmon J Mahesa menolak Ruhut dengan alasan pernah melakukan kumpul kebo, hingga kasus tak mengakui anak. “Berat bagi Gerindra menyetujui beliau jadi pimpinan. Ini bukan masalah pribadi, ini masalah disiplin partai. Supaya kami tidak dianggap menyetujui orang yang menurut norma kesopanan, menjadi persoalan di konstituen Partai Gerindra,” kata Desmond

Sedangkan Yani dan Suding menolak Ruhut karena tak mau Komisi III DPR menjadi komisi badut atau komisi dagelan.

Karena ditolak, Ruhut kemudian menyerang balik ketiga anggota DPR dari tiga fraksi tersebut. Mereka yang menolak Ruhut menjadi pimpinan di Komisi III itu lantaran ada masalah pribadi. Ruhut kemudian mengklaim bahwa dirinya merupakan anggota DPR paling bersih.

“Ini sudah masalah pribadi, di BK saya clear,” kata Ruhut dalam rapat Komisi III yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, Selasa (24/9).

Selanjutnya Ruhut menyindir Desmon dengan mengungkap masa lalu mereka yang sama-sama menjadi kuasa hukum Tomy Windata. “Sudahlah sahabat tercinta, kebetulan kita sama-sama lawyer Tomy Winata. Bang Ruhut bisa jadi ketua gimana dengan Bang Desmon, mungkin nanti TW akan tanya itu,” kata Ruhut Sitompul kepada Desmon Mahesa.

Selain kepada Desmon, Ruhut juga menyerang dan mengingatkan kembali Ahmad Yani saat studi banding ke India. Saat itu, Ruhut menceritakan jika istrinya senang terhadap batik-batik produksi India.tapi karena Yani menyukai batik yang dimaksud, akhirnya Ruhut pun memberikannya kepada yani.

“Karena Yani sahabat saya di komisi III kita kasih buat Yani,” cerita Ruhut.

Dalam  kesempatan terpisah Ruhut juga kerap mengatakan bahwa dirinya adalah anggota Komisi III yang anti korupsi, “jadi wajar banyak yang menolak karena mereka takut korupsinya terbongkar,” ujarnya (S2)