Banyak Penolakan, Penetapan Ruhut Pimpin Komisi III Ditunda

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Sidang Pleno Komisi III DPR, Selasa (24/9), yang mengagendakan penetapan Ruhut Sitompul menjadi Ketua Komisi III DPR diwarnai perdebatan keras. Sejumlah anggota komisi tersebut menolak Ruhut dengan berbagai alasan, sehingga  penetapan ketua Komisi yang membidangi hukum dan HAM itu ditunda seminggu.

Rapat pleno Komisi III  dipimpin Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Dalam pengantarnya ia menjelaskan bahwa pada Senin (23/9), pihaknya menerima sepucuk surat dari Fraksi Partai Demokrat yang mengajukan perubahan komposisi anggotanya di Komisi III.

“Fraksi Partai Demokrat sudah mengajukan satu nama, yaitu saudara Ruhut sitompul untuk menjadi Ketua Komisi III menggantikan ketua sebelumnya Gede Pasek Suardika,” ungkap Priyo.

Namun, setelah Priyo menyampaikan tujuan utama dari rapat tersebut, sejumlah anggota komisi III DPR  mulai menyatakan keberatan dan penolakan yang disertai alasannya secara bergantian.

“Saya menghargai surat dari Demokrat yang menunjuk Ruhut menjadi Ketua Komisi III. Namun, saya pribadi tidak ingin komisi ini menjadi komisi dagelan. Maka atas nama Partai Hanura, saya menolak saudara Ruhut untuk menjadi Ketua Komisi III,” kata anggota komisi III DPR Sarifuddin Sudding.

Penolakan terhadap Ruhut pun disampaikan sejumlah anggota komisi III lainnya, antara lain Ahmad Yani dari Fraksi PPP, Desmond J Mahesa dari Fraksi Partai Gerindra, dan Bambang Soesatyo dari Fraksi Partai Golkar.

Dengan adanya penolakan tersebut, beberapa anggota Komisi III menyarankan agar forum itu menjalankan mekanisme yang tercantum pada Undang-Undang MD3 Pasal 52 ayat 6, yaitu kalau terjadi penolakan dan forum tidak mencapai musyawarah mufakat, maka penetapan calon ketua yang diajukan ditunda, dan pengambilan keputusan untuk pemilihan ketua bisa berdasarkan voting atau suara terbanyak,” ujar Sarifuddin.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Taslim menyarankan agar pimpinan DPR dapat melakukan lobi terhadap Fraksi Partai Demokrat untuk mengajukan lebih dari satu nama sebagai calon ketua Komisi III.

Rapat pleno tersebut sempat diskors selama kurang lebih 10 menit agar pimpinan rapat dapat bermusyawarah dengan setiap perwakilan dari masing-masing fraksi untuk memutuskan cara terbaik menyelesaikan masalah pemilihan ketua komisi III itu.

Hasil musyawarah tersebut  memutuskan agar pimpinan DPR bertemu dengan Ketua Fraksi Partai Demokrat untuk membahas mengenai orang yang benar-benar akan diajukan oleh fraksi untuk maju sebagai ketua Komisi III.

“Titik temu yang kami dapat dari musyawarah tadi adalah pimpinan DPR bertemu Ibu Nurhayati Ali Assegaf (Ketua Fraksi Partai Demokrat) untuk membicarakan dalam waktu seminggu tentang figur yang akan ditugaskan sebagai calon ketua komisi III,” jelas Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

Dengan demikian, kata dia, pihaknya akan segera menghubungi pihak Fraksi Partai Demokrat untuk memberitahu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) agar bisa mengirim kembali surat pengajuan mengenai kader yang dianggap layak menjadi calon ketua komisi III.

Akhirnya, rapat pleno Komisi III DPR RI itu memutuskan untuk menunda pelantikan Ruhut Sitompul menjadi Ketua Komisi III DPR.

“Dengan demikian atas nama rapat, saya menunda pengangkatan saudara Ruhut Sitompul sebagai ketua komisi III, dan selama masa tunggu ini pimpinan komisi masih sama seperti sebelumnya. Jabatan Ketua Komisi III masih dipegang saudara Gede Pasek Suardika,” kata Priyo.