Warga Palembang Minta Tangkap Bandit Pecah Kaca

Foto: Antara

Palembang, Sayangi.com – Sejumlah warga Kota Palembang minta polisi dapat segera menangkap bandit pecah kaca mobil yang belakangan marak terjadi di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini.

Sejumlah pemilik mobil di Kota Palembang, Selasa (24/9), mengaku menjadi resah akibat akhir-akhir ini kembali marak aksi kejahatan dengan cara memecahkan kaca mobil atau yang dikenal dengan “bandit pecah kaca” berulang berlangsung memakan korban di daerah ini.

Berdasarkan data di sentral pelayanan kepolisian (SPK) Polresta Palembang, beberapa hari terakhir terdapat sejumlah pengaduan masyarakat korban aksi kejahatan bandit pecah kaca mobil itu.

Salah seorang warga yang melaporkan menjadi korban bandit pecah kaca mobil yakni Kusnadi mengaku, akibat aksi kejahatan itu dia mengalami kehilangan sebuah tas berisi uang tunai Rp5 juta, selembar cek giro BTN nominal Rp17,5 juta, kartu tanda penduduk (KTP), dan satu buah buku tabungan, dengan total kerugian mencapai Rp25 juta.

Aksi kejahatan itu terjadi saat korban memarkirkan mobilnya di depan kediamannya kawasan Jalan Sumatera Raya, Komplek PNS, Blok AU, RT 18/54 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, pada 23 September 2013.

Dia berharap laporan tersebut dapat segera membuahkan hasil dan pelakunya bisa ditangkap polisi, karena aksi kejahatan itu sangat meresahkan dan mengakibatkan masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas dengan tenang dan nyaman.

Sebelumnya Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting didampingi Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto mengatakan, akhir-akhir ini cukup banyak menerima pengaduan masyarakat yang menjadi korban kejahatan bandit pecah kaca mobil.

Semua pengaduan itu sedang diproses dengan mengumpulkan keterangan saksi dan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara.

Petunjuk yang diperoleh dari para saksi dan sejumlah barang bukti yang berhasil dihimpun polisi di TKP itu, diharapkan kasus pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil ini bisa segera diungkap dan pelakunya dapat ditangkap untuk mendapatkan hukuman setimpal, kata dia pula.(ANT)