Polri Sita Narkoba Rp 60 Miliar dari Sindikat Malaysia

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat internasional yang selama ini memasok ecstasy dan shabu ke berbagai tempat hiburan malam di Jakarta. Dalam pemantauan selama dua bulan itu polisi juga menyita barang bukti senilai Rp 60 miliar.

Kepada pers, Waka Polda Metro Jaya Brigjen Pol Sudjarno di kantornya, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya hari ini, Selasa (24/9) menyatakan, sindikat internasional itu ternyata dikendalikan oleh seorang narapidana yang masih menjalani hukuman di sebuah Lembaga pemasyarakatan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Sus Subdit 1, 2, dan 3 Dit Res Narkoba Polda Metro Jaya, diketahui bahwa pada tanggal 31 Agustus lalu, di Jl. Lausan Taman Sari, Jakarta Barat, Polri menangkap 3 tersangka: ANE, AFN, dan NV. Dari hasil pemeriksaan terhadap ketiganya, diketahui ada kelompok lain yang ikut menyebarkan barang-barang haram sejenis, sehingga Polri mengembangkan dengan menangkap 4 tersangka lain, pada 14 September lalu.

Berdasarkan penangkapan terakhir itu, Polri menemukan, tersangka mendapat barang-barang haram tersebut dari oknum napi DN alias AN yang masih mendekam di Lapas Cipinang. DN dihukum 12 tahun dan baru menjalani hukumannya selama 2 tahun. Polri juga menemukan pemasok lain yang juga berada di dalam Lapas, yakni VR yang divonis 6 tahun (baru menjalani 2 tahun) di Lapas Salemba.

Puncaknya, penelusuran Polri bermuara pada AGU, warga Malaysia, saat ini diduga masih bermukim di Kuala Lumpur. Shabu dan ecstasy diperkirakan diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut menuju Jambi, kemudian dikirim ke Jakarta menggunakan bus antarprovinsi. Total Polri menyita 151.270 butir ecstasy, 2,5 kg bubuk ecstasy, dan 138 gram shabu, jika dikonversi dalam rupiah senilai Rp 60.508.000.000. (MSR)