Nudirman: Ruhut Ditolak, Karena Bawa-bawa Masalah Pribadi

Foto: dpr.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Komisi III DPR sepakat menolak Ruhut Sitompul untuk menjadi Komisi III. Penolakan ini pun berakibat pada batalnya pelantikan Ruhut untuk memimpin komisi bidang hukum tersebut. Ruhut ditolak, dengan berbagai alasan, di antaranya, ia dianggap tidak layak menjadi Ketua Komisi III.

Namun ternyata bukan alasan itu saja yang menjadi sandungan Ruhut untuk memimpin Komisi III. Politisi Demokrat yang dikenal sebagai loyalis SBY itu dinilai kerap melontarkan sesuatu yang tidak produktif dan cenderung memojokkan pribadi orang lain.

“Saya tadi dalam rapat meminta agar Ruhut mengklarifikasi dan menjelaskan apa yang menjadi isu-isu mengenai dirinya. Tapi ternyata Ruhut hanya membawa masalah-masalah pribadi, masalah kain, masalah Wiranto, sehingga semakin sulit untuk diajak berdamai,” kata Nudirman dalam sebuah diskusi yang ditayangkan salah satu televisi swasta, Selasa (24/9/2013).

Lebih lanjut, Nudirman menganggap Ruhut tidak mampu menjaga komunikasinya. Misalnya, di saat beberapa anggota Komisi III menolaknya untuk menjadi Ketua Komisi III, Ruhut tiba-tiba melontarkan bahwa mereka yang menolak, disebabkan takut karena pernah korupsi.

“Ini menimbulkan kecurigaan. Ini hal yang tidak sehat. Kita tidak ingin marwah Komisi III rusak gara-gara ini,” jelasnya.

Penolakan ini kata dia, bisa jadi tidak hanya kali ini. Bila Partai Demokrat masih kembali mengajukan Ruhut laig, bukan tidak mungkin, ia akan kembali ditolak oleh DPR.

“Kalau ini dipaksakan, pasti akan terjadi penolakan-penolakan lagi.”

Beberapa pernyataan Ruhut yang dianggap membawa-bawa masalah pribadi ketika dia diberi kesempatan memberikan klarafikasi mengenai kasusnya, di antaranya ia mengatakan, “Anak saya sangat cinta dengan Yani. Waktu di India itu, ada satu baju batik India yang bagus sekali, warnanya hijau. Istri dan anak saya suka sekali. Yani juga suka batik itu. Aku kasih baju itu buat Yani. Aku enggak bilang batik dari aku, tangan kanan memberi tangan kiri tidak boleh tahu.”Ruhut juga mengomentari tentang Syarifuddin Sudding, Politisi Partai Hanura yang juga Komisi III DPR RI.

Ia mengatakan, “Sudding, kader kebanggaan Hanura. Kalau di partai saya ada SBY, Golkar tokohnya Pak Harto, PDIP Ibu Megawati, Gerindra Pak Prabowo dan Hanura kalau ditonton Jenderal Bintang Empat Wiranto didengar, itu kader anda Sudding.”