Disorda DKI Bantah GOR Koja Rubuh

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, sayangi.com – Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI, Rationo membantah jika bangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Koja rubuh. Ia menjelaskan, yang runtuh hanyalah cetakan beton (bekesting) pada area tangga saat pengecoran.

Saat pembuatan areal tangga (bobot pekerjaan 0,08%), dimana cetakan beton (bekesting) patah karena pada saat pengecoran kelebihan beban (butir no 2), pada saat kejadian ada 6 pekerja mengalami kecalakaan yaitu, Riyanto (19 tahun), Ilyas(48 tahun), Sulis (25 tahun), Khamis(53 tahun), Ngadiyono (27 tahun )dan Suwandi (32 tahun), ke enam korban tersebut mengalami kejepit dalam runtuhnya pembuatan areal tangga.

Jadi dapat di simpulkan bahwa pembangunan Gelanggang Remaja Kec Koja Kodya Jakarta Utara baru pada tahap Kontruksi, belum ada bangunan olahraganya atau GOR dan yang ambruk pada areal kontruksi tangga.

Rationo mengatakan, kondisi ini berbeda dengan pemberitaan di media massa, dimana menyebutkan bangunan Gor yang runtuh. Meski demikian, dirinya berjanji musibah yang terjadi pada Kamis (19/9/2013) lalu, akan menjadi pengalaman dalam melaksanakan pembangunan GR Koja kedepannya.

“Musibah ini akan kita jadikan pengalaman agar lebih mengawasi pembangunan kedepan,” kata Rationo saat memberikan keterangan perss di kantor Disorda DKI, Selasa (24/9/2013).

Dalam kesempatan itu, ia pun memberikan penjelasan terkait kronologi runtuhnya cetakan beton pada area tangga. Menurutnya, kontruksi cetakan beton tangga sudah dirancang untuk kapasitas beban kurang lebih 2 ton.

Ketika proses pengecoran memakai dua pompa cor beton dan yang berfungsi hanya 1 hingga terjadi penumpukan beton pada suatu titik yang mengakibatkan kapasitas beban melebihi dari yang seharusnya.

“Kemudian ada masalah lain, yakni gangguan komunikasi antara operator pompa cor beton dengan pelaksana pekerjaan dalam hal memberikan intruksi ‘stop’ maupun ‘lanjut’,” ujarnya.

Karena adanya miss komunikasi, maka pendistribusian cor beton mengalir terus pada satu titik maka kontruksi cetakan beton tidak dapat menahan kapasitas beban yang diperkirakan 6 ton ditambah kecepatan tekanan pompa ready mix. (RH)

Berita Terkait

BAGIKAN