Coral Castle-Candi Prambanan, Bukti Keajaiban Cinta

Foto: Wikipedia

Sayangi.com – Banyak bangunan-bangunan fenomenal di dunia yang dilatarbelakangi kisah cinta yang menakjubkan atau menyedihkan. Salah satunya adalah Coral Castle atau “Monumen Cinta Yang Hilang” di Amerika Serikat.  Bangunan taman ini dikerjakan oleh seorang laki-laki bertinggi 5 feet (sekitar 152 cm) dengan berat 100 pon (sekitar 46 kg).

Uniknya, laki-laki bernama Ed Leedskalnin, seorang imigran Latvia, menggunakan potongan-potongan batu karang yang masing-masing beratnya berton-ton?

Tetapi inilah buktinya, bangunan Coral Castle di Homestead, Florida, berdiri dengan keajaiban dan sulit dijelaskan akal sehat.

Kabarnya juga, laki-laki yang membangun Castle itu konon hanya berpendidikan setingkat kelas 4 SD.

Tetapi jika melihat latar belakang dari kisah bagaimana Ed Leedskalnin mengerjakan karya fenomenal itu, maka kita akan berkata bahwa cinta memang memiliki kekuatan yang luar biasa. Mengapa?  Karena bangunan berbahan batu Karang ini dilatarbelakangi kisah cinta yang tak sampai.

Begini ceritanya, pada tahun 1923,  Ed Leedskaini ditolak cintanya oleh tunangannya di Latvia beberapa hari sebelum pernikahan mereka.

Nah, setelah itu dia mengerjakan monumen tersebut. Sayangnya, sebelum monumen cintanya selesai dibangun, dia meninggal dunia. Akan tetapi,  pada tahun 1951, konstruksi bangunan itu diteruskan pembangunannya.

Inilah kekuatan cinta yang ajaib. Tetapi, bukan kisah romantis yang membikin para ahli bingung, namun karena Leedskalnin membangun sendiri bangunan itu.

Lebih bingung lagi, karena pendidikan hanya kelas empat, namun anehnya ia mampu membangun benteng yang rumit itu. Sesuatu yang sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh para arsitek dan para ahli bangunan. Ini sungguh tak bisa dipahami. Bahkan seorang insinyur menyebut, “Bahkan, Albert Einstein pun belum tentu mampu memahami keajaiban ini.”

Kisah ini mengingatkan kita pada kisah Bandung Bondowoso dan Puteri Loro Jonggrang, anak Prabu Ratuboko yang melatarbelaikangi adanya Candi Perambanan.

Bedanya, jika kisah Coral Castle dibangun oleh Ed setelah cintanya ditolak, Bandung Bondowoso yang konon dibantu oleh para jin mengerjakan candi karena memenuhi syarat yang diminta oleh Puteri Loro Jonggrang. Tetapi kemudian diperdayai oleh Loro Jongrang yang memerintahkan para gadis di sekitar Prambanan untuk menumbuk padi dan membakar jerami supaya kelihatan terang pertanda batas waktu sudah habis, karena pagi sudah tiba, dan ayampun berkokok bergantian.

Selain itu, bedanya lagi, kisah Coral Castle merupakan fakta, sedangkan kisah Prambanan tergolong legenda.

Tetapi terlepas dari persoalan tersebut, kedua kisah ini membuktikan energi cinta yang ajaib, dan bahkan dapat mengubah dunia. (VAL/Dari Berbagai Sumber)

Berita Terkait

BAGIKAN